Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
Jum'at, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB
loading...
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, menyampaikan kondisi keamanan, ketertiban, serta perekonomian di Kota Tangerang Selatan berjalan relatif kondusif dan stabil. Foto/istimewa
A
A
A
TANGSEL - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie , menyampaikan kondisi keamanan, ketertiban, serta perekonomian di Kota Tangerang Selatan berjalan relatif kondusif dan stabil.
Hal tersebut disampaikan Benyamin dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Wilayah Serpong.
Menurut Benyamin, berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di Kota Tangerang Selatan masih dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah isu yang memerlukan penanganan bersama, seperti kasus pencurian kendaraan bermotor, dampak musim kemarau, pengelolaan sampah, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.
Baca juga: Benyamin Davnie Ungkap Arah Pembangunan Tangsel 2027
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sebanyak 147 kepala keluarga yang tersebar di enam RT terdampak akibat menurunnya ketersediaan air bersih.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mendistribusikan sekitar 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar, seperti yang telah diterapkan di kawasan Perumahan Pesona Serpong.
"Kita sudah distribusikan sampai dengan kemarin kurang lebih 50.000 liter air bersih. Solusi jangka menengahnya, saya akan membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Selain itu, Pemkot Tangsel akan mengintensifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan musim kemarau. Koordinasi juga dilakukan bersama pengelola Bendungan Katulampa di Bogor guna memantau debit Sungai Cisadane yang berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air di wilayah Tangerang Selatan.
Di sektor pengelolaan lingkungan, antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang turut menjadi perhatian. Benyamin menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk membangun cerobong pembuangan gas metana pada seluruh landfill sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran akibat akumulasi gas di bawah permukaan.
"Saya sudah mintakan untuk dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metana, sehingga walaupun ada percikan, tidak menyebabkan penyebaran api yang besar," katanya.
Benyamin juga memaparkan perkembangan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Saat ini, proses pengadaan lahan seluas sekitar 2,4 hektare telah memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat setelah penetapan lokasi diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Hal tersebut disampaikan Benyamin dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Wilayah Serpong.
Menurut Benyamin, berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di Kota Tangerang Selatan masih dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah isu yang memerlukan penanganan bersama, seperti kasus pencurian kendaraan bermotor, dampak musim kemarau, pengelolaan sampah, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.
Baca juga: Benyamin Davnie Ungkap Arah Pembangunan Tangsel 2027
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sebanyak 147 kepala keluarga yang tersebar di enam RT terdampak akibat menurunnya ketersediaan air bersih.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mendistribusikan sekitar 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar, seperti yang telah diterapkan di kawasan Perumahan Pesona Serpong.
"Kita sudah distribusikan sampai dengan kemarin kurang lebih 50.000 liter air bersih. Solusi jangka menengahnya, saya akan membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Selain itu, Pemkot Tangsel akan mengintensifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan musim kemarau. Koordinasi juga dilakukan bersama pengelola Bendungan Katulampa di Bogor guna memantau debit Sungai Cisadane yang berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air di wilayah Tangerang Selatan.
Di sektor pengelolaan lingkungan, antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang turut menjadi perhatian. Benyamin menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk membangun cerobong pembuangan gas metana pada seluruh landfill sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran akibat akumulasi gas di bawah permukaan.
"Saya sudah mintakan untuk dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metana, sehingga walaupun ada percikan, tidak menyebabkan penyebaran api yang besar," katanya.
Benyamin juga memaparkan perkembangan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Saat ini, proses pengadaan lahan seluas sekitar 2,4 hektare telah memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat setelah penetapan lokasi diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
(cip)
Lihat Juga :