Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Rabu, 22 Juli 2026 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Safrizal, Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia yang mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Lihat video: Kemendagri Minta Pemda Inovasi untuk Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik
Safrizal menjelaskan Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berorientasi pada pembersihan sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan menjadi budaya sehari-hari. Berbagai kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan kawasan, penataan fasilitas umum, pemeliharaan kebersihan toilet publik dan rumah ibadah, serta penataan lingkungan agar tetap nyaman dan indah.
Safrizal juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah dengan timbulan sampah yang mencapai sekitar 50 juta ton setiap tahun. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kebersihan tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Safrizal memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dinilai sebagai salah satu daerah dengan praktik baik dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan agar berbagai penghargaan yang telah diraih tidak membuat seluruh pihak berpuas diri.
Menurut Safrizal, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional, Banyuwangi harus terus menjaga kebersihan dan kualitas sanitasi sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Lihat video: Kemendagri Minta Pemda Inovasi untuk Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik
Safrizal menjelaskan Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berorientasi pada pembersihan sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan menjadi budaya sehari-hari. Berbagai kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan kawasan, penataan fasilitas umum, pemeliharaan kebersihan toilet publik dan rumah ibadah, serta penataan lingkungan agar tetap nyaman dan indah.
Safrizal juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah dengan timbulan sampah yang mencapai sekitar 50 juta ton setiap tahun. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kebersihan tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Safrizal memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dinilai sebagai salah satu daerah dengan praktik baik dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan agar berbagai penghargaan yang telah diraih tidak membuat seluruh pihak berpuas diri.
Menurut Safrizal, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional, Banyuwangi harus terus menjaga kebersihan dan kualitas sanitasi sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Lihat Juga :