Potensi Perikanan Sorong Menguat, Askrindo Perluas Pelindungan Nelayan
Senin, 20 Juli 2026 - 12:16 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya yang terus menunjukkan penguatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Papua Barat Daya tumbuh 4,03% (c-to-c) pada 2025 dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp39,2 triliun (ADHB), yang ditopang oleh sektor-sektor riil, termasuk pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di wilayah pesisir seperti Sorong, sektor perikanan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi. Hal ini tercermin dari aktivitas 749 kapal dengan volume pendaratan ikan mencapai 3,57 juta kilogram serta nilai produksi lebih dari Rp86,2 miliar pada 2025. Besarnya aktivitas tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha nelayan tidak hanya ditentukan oleh potensi produksi, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola risiko yang menyertainya.
Lebih dari sekadar itu, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang memperkenalkan berbagai solusi, mulai dari Personal Accident (PA), ASMIK Bahari untuk kapal, ASMIK Usahaku bagi pelaku usaha mikro, hingga ASMIK Rumahku untuk hunian. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyediaan produk, tetapi juga pada penguatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan risiko.
“Kami berupaya menghadirkan perlindungan yang menyeluruh bagi nelayan, tidak hanya untuk diri mereka, tetapi juga kapal, usaha, hingga tempat tinggal. Di saat yang sama, kami juga aktif melakukan edukasi dan pendampingan agar masyarakat semakin memahami pentingnya proteksi dalam menjalankan usahanya,” tambah Budhi.
Ke depan, implementasi kerja sama akan difokuskan pada perluasan literasi keuangan, penguatan pendampingan kelompok nelayan, serta sinergi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.
“Kami ingin memastikan upaya ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat nelayan, sehingga mereka tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga memiliki fondasi perlindungan yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, kami optimistis sektor perikanan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” tutup Budhi.
Lebih dari sekadar itu, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang memperkenalkan berbagai solusi, mulai dari Personal Accident (PA), ASMIK Bahari untuk kapal, ASMIK Usahaku bagi pelaku usaha mikro, hingga ASMIK Rumahku untuk hunian. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyediaan produk, tetapi juga pada penguatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan risiko.
“Kami berupaya menghadirkan perlindungan yang menyeluruh bagi nelayan, tidak hanya untuk diri mereka, tetapi juga kapal, usaha, hingga tempat tinggal. Di saat yang sama, kami juga aktif melakukan edukasi dan pendampingan agar masyarakat semakin memahami pentingnya proteksi dalam menjalankan usahanya,” tambah Budhi.
Ke depan, implementasi kerja sama akan difokuskan pada perluasan literasi keuangan, penguatan pendampingan kelompok nelayan, serta sinergi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.
“Kami ingin memastikan upaya ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat nelayan, sehingga mereka tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga memiliki fondasi perlindungan yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, kami optimistis sektor perikanan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” tutup Budhi.
(unt)
Lihat Juga :