Potensi Perikanan Sorong Menguat, Askrindo Perluas Pelindungan Nelayan

Senin, 20 Juli 2026 - 12:16 WIB
loading...
Potensi Perikanan Sorong...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Di tengah besarnya potensi sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi pesisir, kebutuhan akan pengelolaan risiko yang memadai kian menjadi perhatian.

Menjawab hal tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo memperkuat komitmennya melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dengan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sorong guna memperluas akses asuransi bagi nelayan di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Branch Manager Askrindo Sorong, Dian Herdiana, bersama Syahbandar PPP Sorong, Sugiarto, S.Pi, serta disaksikan oleh perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jajaran Syahbandar, dan perwakilan kelompok nelayan.

Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab potensi besar sektor perikanan yang perlu diimbangi dengan penguatan mitigasi risiko.

“Melihat potensi sektor perikanan di Sorong yang terus berkembang, kami memandang perlu adanya penguatan mitigasi risiko yang lebih komprehensif bagi masyarakat nelayan. Melalui kolaborasi ini, Askrindo hadir untuk mendukung kebutuhan tersebut dengan memperluas akses asuransi yang relevan dan mudah dijangkau, sehingga nelayan dapat bekerja dengan lebih tenang, produktif, serta memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik,” ujar Budhi.

Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya yang terus menunjukkan penguatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Papua Barat Daya tumbuh 4,03% (c-to-c) pada 2025 dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp39,2 triliun (ADHB), yang ditopang oleh sektor-sektor riil, termasuk pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di wilayah pesisir seperti Sorong, sektor perikanan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi. Hal ini tercermin dari aktivitas 749 kapal dengan volume pendaratan ikan mencapai 3,57 juta kilogram serta nilai produksi lebih dari Rp86,2 miliar pada 2025. Besarnya aktivitas tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha nelayan tidak hanya ditentukan oleh potensi produksi, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola risiko yang menyertainya.

Lebih dari sekadar itu, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang memperkenalkan berbagai solusi, mulai dari Personal Accident (PA), ASMIK Bahari untuk kapal, ASMIK Usahaku bagi pelaku usaha mikro, hingga ASMIK Rumahku untuk hunian. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyediaan produk, tetapi juga pada penguatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan risiko.

“Kami berupaya menghadirkan perlindungan yang menyeluruh bagi nelayan, tidak hanya untuk diri mereka, tetapi juga kapal, usaha, hingga tempat tinggal. Di saat yang sama, kami juga aktif melakukan edukasi dan pendampingan agar masyarakat semakin memahami pentingnya proteksi dalam menjalankan usahanya,” tambah Budhi.

Ke depan, implementasi kerja sama akan difokuskan pada perluasan literasi keuangan, penguatan pendampingan kelompok nelayan, serta sinergi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.

“Kami ingin memastikan upaya ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat nelayan, sehingga mereka tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga memiliki fondasi perlindungan yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, kami optimistis sektor perikanan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” tutup Budhi.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Perkuat Ekosistem Usaha...
Perkuat Ekosistem Usaha di Kaltara, Askrindo Jalin Kerja Sama Strategis dengan DPP APINDO Kota Tarakan
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Rekomendasi
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Infografis
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved