Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional

Senin, 20 Juli 2026 - 06:41 WIB
loading...
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Bogor, di antaranya Cibinong, pada Sabtu (18/7/2026) malam, di tengah mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di antaranya Cibinong, pada Sabtu (18/7/2026) malam, setelah beberapa hari wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena tersebut dipicu oleh gangguan atmosfer regional dan bukan merupakan tanda berakhirnya musim kemarau.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengatakan hujan lebat yang terjadi di Bogor dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang masih aktif melintasi wilayah Indonesia.

Baca juga: Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada

"Bahwa hujan deras di Bogor terjadi akibat adanya gangguan atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang memicu pertumbuhan awan hujan meski wilayah Jawa Barat sedang berada dalam musim kemarau. Fenomena ini bersifat sesaat dan tidak menandakan berakhirnya musim kemarau," kata Guswanto kepada awak media, dikutip Senin (20/7/2026).



BMKG mencatat seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. Pada periode ini, rata-rata curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian atau setiap 10 hari.

Meski demikian, Guswanto menjelaskan dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.

Baca juga: Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia

"Aktivitas MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih aktif melintasi wilayah Indonesia. Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan meski secara umum udara kering mendominasi," ujarnya.

Di sisi lain, BMKG mencatat fenomena El Nino masih bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Nino 3.4 sebesar +1,25. Kondisi tersebut memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.

"Namun hujan lokal tetap bisa terjadi karena dinamika atmosfer regional," jelas Guswanto.

Menurutnya, hujan yang mengguyur wilayah Cibinong berlangsung sekitar 1,5 jam setelah kawasan tersebut mengalami hari-hari tanpa hujan. Kehadiran hujan disambut baik masyarakat karena membantu mengurangi dampak kekeringan dan krisis air bersih.

Meski demikian, BMKG menegaskan hujan yang terjadi tidak menandakan berakhirnya musim kemarau. Potensi hujan dengan sifat sporadis masih dapat terjadi hingga akhir Juli.

"Potensi hujan sporadis masih bisa terjadi di Jawa Barat hingga akhir Juli, namun secara umum curah hujan tetap rendah. Warga tetap perlu waspada kekeringan, karena distribusi air bersih masih menjadi kebutuhan utama di 13 kecamatan terdampak," pungkas Guswanto.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Rekomendasi
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved