Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB
loading...
Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mendukung Argentina pada Piala Dunia 2026. Foto/istimewa
A
A
A
MALANG - Jelang sisa laga Piala Dunia 2026, calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam kembali mencuat karena kaos ikonik yang sering dipakai.
Cerita tentang “Gus Salam dan bola” kembali jadi perbincangan kiai-kiai muda pesantren, alumni, para santri dan pemain sepak bola di beberapa daerah Jawa Timur yang kerap menjadi mitra tanding Gus Salam. Dari photo akun dan story platform media sosial milik Gus Salam sangat terlihat bahwa ia fans tim nasional Argentina.
Mulai dari kaos hingga merchandise lain yang dimiliki, menunjukkan kesukaannya pada skuad si putih-biru langit. Dan, tim Tango lolos semifinal piala dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss secara dramatis 3:1 di babak perpanjangan waktu.
“Ulumu al-dien (ilmu-ilmu agama) itu penting, tapi kesehatan badan juga penting. Agar sehat dan kuat mengaji, sekaligus kuat mengurus pondok dan NU”. Kalimat ini beberapa kali terlontar dari Gus Salam, saat ditanya tentang kegemaran sepakbola disela-sela rehat turun minum mengikuti pertandingan mini soccer atau futsal, di beberapa tempat.
Katib PCNU Jombang 2017-2022 Kiai Ahmad Samsul Rijal atau Gus Rijal mengungkap sisi lain dari Gus Salam, calon ketua umum PBNU 2026-2031 yang jarang diketahui publik.
“Beliau hobi, pecinta sepak bola sejati. Kemarin, Sabtu, 11 Juli 2026, di tengah Bahtsul Masail FMPP ke-45 (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) se-Jawa-Madura di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an (PPSQ) Asy-Syadzili 1 Malang, asuhan KH. Abdul Mun'im Syadzili, Gus Salam menyempatkan nonton bareng big match Spanyol vs Belgia pada perempat final piala dunia 2026,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
“Pagi bakda subuh, Minggu, 12 Juli 2026, dia pun mengajak kiai-kiai muda peserta Bahtsul Masail, nonton bareng tanding seru timnas Inggris vs Norwegia pada perempat final. Nah, kalau sudah nonton bareng kiai-kiai muda pesantren, ekspresinya heboh. Isi kitab dalam bahtsu kalah fasih dikomentari saat mengekspresikan para bintang sepakbola,” sambungnya.
Sebelumnya, Gus Salam ketika silaturahmi dengan PWNU-PCNU se-Sulawesi Tenggara di Kendari Selasa, 7 Juli 2026 menutup pertemuan dengan nonton bareng babak 16 besar timnas Argentina vs Mesir di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an kota Kendari.
"Besok pagi, 16 Juli 2026, Gus Salam bakal tanding silaturahmi di AFA Sport Minisoccer Palembang. Dua lawan tanding bergantian, pertama Asatidz FC Palembang, kemudian tanding melawan Jurnalis FC. Dan, dipastikan dinihari, 16 Juli, di Palembang, bakal ada nonton bareng laga semifinal piala dunia 2026, Argentina vs Inggris. Gus Salam mendukung timnas Tango menang, dan berharap bisa berhadapan dengan timnas Spanyol pada laga final piala dunia 2026, " ucapnya.
Gus Salam mengaku mulai jatuh cinta dengan Timnas Argentina sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko. Terutama saat sang legendaris Maradona dan kawan-kawan mengangkat trofi juara piala dunia untuk kedua kalinya. “Dari 1986 sampai sekarang, tetap Argentina. Ini soal istiqomah,” candanya saat ngobrol santai jelang nonton bareng di Malang.
Bagi Gus Salam, mendukung satu tim sejak muda adalah pelajaran kecil tentang loyalitas dan konsistensi. Hal itu terkait kepercayaan; ikatan emosional karena performa tim yang solid dan disiplin serta kepuasan terhadap kinerjanya yang hebat. Dan, nilai yang sama juga ia terapkan dalam mengabdi di NU dan pesantren, terkait rasa cinta, kepercayaan, kepuasan dan pengkhidmatan.
“Kesetiaan pada hal-hal kecil namun ajeg dan berlangsung lama, justru membentuk watak dan karakter Gus Salam. Kepribadiannya itu bisa ditelusuri dari kebiasaanya selama berkhidmah di NU, mengelola pesantren dan merawat tradisi ngaji hingga ke para alumni,” ungkap Gus Rijal.
Dulu setiap Selasa, Gus Salam menyediakan waktu untuk rapat PWNU. Meski tidak lagi di PWNU, setiap Selasa tetap digunakan untuk pertemuan di intitusi yang diikuti atau pertemuan informasi dengan kolega jejaring pesantren, bahkan mini soccer atau futsal dilakukan setiap Selasa pagi.
“Gus Salam masih rutin main bola dan jogging untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisiknya. Bila silaturahmi ke luar kota dan daerah, baik ke pesantren maupun NU, kadang yang ditanyakan tempat futsal dan tim tanding,” tambahnya.
Gus Salam mengungkap pengalaman menyaksikan langsung gol spektakuler Lionel Messi pada babak penyisihan group C antara Argentina vs Meksiko di stadion Lusail, Qatar, 26 November 2022. Dan akhirnya, di final piala dunia 2022, Argentina mentahbiskan diri sebagai juara melalui babak adu penalti dengan skor 4-2 setelah ditahan imbang 3-3 oleh Prancis.
“la albiceleste, si putih-biru langit, skuad tango pasti juara lagi pada piala dunia 2026. Saya kan pakek kaos putih bergaris biru langit, ya optimis menang lah,” celetuk Gus Salam.
Cerita tentang “Gus Salam dan bola” kembali jadi perbincangan kiai-kiai muda pesantren, alumni, para santri dan pemain sepak bola di beberapa daerah Jawa Timur yang kerap menjadi mitra tanding Gus Salam. Dari photo akun dan story platform media sosial milik Gus Salam sangat terlihat bahwa ia fans tim nasional Argentina.
Mulai dari kaos hingga merchandise lain yang dimiliki, menunjukkan kesukaannya pada skuad si putih-biru langit. Dan, tim Tango lolos semifinal piala dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss secara dramatis 3:1 di babak perpanjangan waktu.
“Ulumu al-dien (ilmu-ilmu agama) itu penting, tapi kesehatan badan juga penting. Agar sehat dan kuat mengaji, sekaligus kuat mengurus pondok dan NU”. Kalimat ini beberapa kali terlontar dari Gus Salam, saat ditanya tentang kegemaran sepakbola disela-sela rehat turun minum mengikuti pertandingan mini soccer atau futsal, di beberapa tempat.
Katib PCNU Jombang 2017-2022 Kiai Ahmad Samsul Rijal atau Gus Rijal mengungkap sisi lain dari Gus Salam, calon ketua umum PBNU 2026-2031 yang jarang diketahui publik.
“Beliau hobi, pecinta sepak bola sejati. Kemarin, Sabtu, 11 Juli 2026, di tengah Bahtsul Masail FMPP ke-45 (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) se-Jawa-Madura di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an (PPSQ) Asy-Syadzili 1 Malang, asuhan KH. Abdul Mun'im Syadzili, Gus Salam menyempatkan nonton bareng big match Spanyol vs Belgia pada perempat final piala dunia 2026,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
“Pagi bakda subuh, Minggu, 12 Juli 2026, dia pun mengajak kiai-kiai muda peserta Bahtsul Masail, nonton bareng tanding seru timnas Inggris vs Norwegia pada perempat final. Nah, kalau sudah nonton bareng kiai-kiai muda pesantren, ekspresinya heboh. Isi kitab dalam bahtsu kalah fasih dikomentari saat mengekspresikan para bintang sepakbola,” sambungnya.
Sebelumnya, Gus Salam ketika silaturahmi dengan PWNU-PCNU se-Sulawesi Tenggara di Kendari Selasa, 7 Juli 2026 menutup pertemuan dengan nonton bareng babak 16 besar timnas Argentina vs Mesir di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an kota Kendari.
"Besok pagi, 16 Juli 2026, Gus Salam bakal tanding silaturahmi di AFA Sport Minisoccer Palembang. Dua lawan tanding bergantian, pertama Asatidz FC Palembang, kemudian tanding melawan Jurnalis FC. Dan, dipastikan dinihari, 16 Juli, di Palembang, bakal ada nonton bareng laga semifinal piala dunia 2026, Argentina vs Inggris. Gus Salam mendukung timnas Tango menang, dan berharap bisa berhadapan dengan timnas Spanyol pada laga final piala dunia 2026, " ucapnya.
Gus Salam mengaku mulai jatuh cinta dengan Timnas Argentina sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko. Terutama saat sang legendaris Maradona dan kawan-kawan mengangkat trofi juara piala dunia untuk kedua kalinya. “Dari 1986 sampai sekarang, tetap Argentina. Ini soal istiqomah,” candanya saat ngobrol santai jelang nonton bareng di Malang.
Bagi Gus Salam, mendukung satu tim sejak muda adalah pelajaran kecil tentang loyalitas dan konsistensi. Hal itu terkait kepercayaan; ikatan emosional karena performa tim yang solid dan disiplin serta kepuasan terhadap kinerjanya yang hebat. Dan, nilai yang sama juga ia terapkan dalam mengabdi di NU dan pesantren, terkait rasa cinta, kepercayaan, kepuasan dan pengkhidmatan.
“Kesetiaan pada hal-hal kecil namun ajeg dan berlangsung lama, justru membentuk watak dan karakter Gus Salam. Kepribadiannya itu bisa ditelusuri dari kebiasaanya selama berkhidmah di NU, mengelola pesantren dan merawat tradisi ngaji hingga ke para alumni,” ungkap Gus Rijal.
Dulu setiap Selasa, Gus Salam menyediakan waktu untuk rapat PWNU. Meski tidak lagi di PWNU, setiap Selasa tetap digunakan untuk pertemuan di intitusi yang diikuti atau pertemuan informasi dengan kolega jejaring pesantren, bahkan mini soccer atau futsal dilakukan setiap Selasa pagi.
“Gus Salam masih rutin main bola dan jogging untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisiknya. Bila silaturahmi ke luar kota dan daerah, baik ke pesantren maupun NU, kadang yang ditanyakan tempat futsal dan tim tanding,” tambahnya.
Gus Salam mengungkap pengalaman menyaksikan langsung gol spektakuler Lionel Messi pada babak penyisihan group C antara Argentina vs Meksiko di stadion Lusail, Qatar, 26 November 2022. Dan akhirnya, di final piala dunia 2022, Argentina mentahbiskan diri sebagai juara melalui babak adu penalti dengan skor 4-2 setelah ditahan imbang 3-3 oleh Prancis.
“la albiceleste, si putih-biru langit, skuad tango pasti juara lagi pada piala dunia 2026. Saya kan pakek kaos putih bergaris biru langit, ya optimis menang lah,” celetuk Gus Salam.
(cip)
Lihat Juga :