Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:33 WIB
loading...
Tim Dosen Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK Penerbangan Dirghantara. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempunyai peluang besar untuk berkarier di bidang keteknikan setelah menyelesaikan pendidikan vokasi. Dengan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, siswa SMK memiliki kesempatan meniti jenjang pendidikan hingga memperoleh gelar Insinyur dan berkiprah sebagai tenaga profesional di sektor rekayasa dan teknologi.
Untuk memperluas pemahaman tersebut, Tim Dosen Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK Penerbangan Dirghantara, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada 18 Juni 2026.
Kegiatan yang bekerja sama dengan PT LSP Teknik & Manajemen Industri itu ditujukan kepada siswa kelas XII. Mereka dibekali pemahaman mengenai jalur pendidikan tinggi di bidang keteknikan, strategi menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, hingga tahapan memperoleh gelar Insinyur (Ir).
Baca juga: Revitalisasi Sekolah, Kemendikdasmen Hadirkan 1.008 Ruang Praktik Siswa SMK
Ketua pelaksana kegiatan, Hamonangan Girsang mengatakan banyak siswa SMK, khususnya yang berasal dari sekolah vokasi penerbangan, belum mengetahui bahwa kompetensi yang dimiliki dapat menjadi modal untuk melanjutkan studi di berbagai program studi teknik.
"Orientasi siswa umumnya masih terbatas pada profesi yang berkaitan langsung dengan penerbangan. Padahal, peluang melanjutkan pendidikan ke berbagai bidang keteknikan sangat terbuka. Karena itu, mereka perlu memahami strategi, pilihan studi, dan tahapan yang harus dipersiapkan untuk menjadi insinyur profesional," katanya, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Hamonangan, Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia di bidang rekayasa dan teknologi. Lulusan SMK yang memiliki bekal keterampilan vokasi dinilai memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan tersebut apabila melanjutkan pendidikan hingga jenjang profesi.
Lihat video: Lulusan SMK Menganggur? Menjembatani Skill & Industri
Dalam pelatihan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan Program Profesi Insinyur sebagai tahapan lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana teknik. Melalui program itu, lulusan dapat memperoleh kompetensi profesi sekaligus gelar Insinyur sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Program Studi Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Imbuh Rochmad menilai pengenalan profesi insinyur perlu dilakukan sejak bangku sekolah agar siswa memiliki perencanaan karier yang lebih jelas.
"Harapannya, mereka tidak hanya bercita-cita bekerja setelah lulus SMK, tetapi juga memiliki visi untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi dan berkontribusi pada kemajuan teknologi Indonesia," ujarnya.
Kepala SMK Penerbangan Dirghantara Eva Sulastri menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut Eva, siswa memperoleh perspektif baru mengenai peluang pendidikan yang sebelumnya belum banyak diketahui.
"Interaksi langsung dengan dosen memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan siswa tentang berbagai pilihan pendidikan dan karier di bidang teknik. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut," katanya.
Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan tim dosen Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana yang terdiri atas Hamonangan Girsang dan Imbuh Rochmad.
Kegiatan juga dihadiri perwakilan mitra dari PT LSP Teknik & Manajemen Industri serta mahasiswa Universitas Mercu Buana yang turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan pelatihan dan pendampingan kepada para siswa.
Selain penyampaian materi dan diskusi, kegiatan ditutup dengan penyerahan modul pelatihan kepada pihak sekolah. Program ini juga melibatkan mahasiswa Program Profesi Insinyur Universitas Mercu Buana melalui skema rekognisi Satuan Kredit Prestasi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Untuk memperluas pemahaman tersebut, Tim Dosen Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK Penerbangan Dirghantara, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada 18 Juni 2026.
Kegiatan yang bekerja sama dengan PT LSP Teknik & Manajemen Industri itu ditujukan kepada siswa kelas XII. Mereka dibekali pemahaman mengenai jalur pendidikan tinggi di bidang keteknikan, strategi menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, hingga tahapan memperoleh gelar Insinyur (Ir).
Baca juga: Revitalisasi Sekolah, Kemendikdasmen Hadirkan 1.008 Ruang Praktik Siswa SMK
Ketua pelaksana kegiatan, Hamonangan Girsang mengatakan banyak siswa SMK, khususnya yang berasal dari sekolah vokasi penerbangan, belum mengetahui bahwa kompetensi yang dimiliki dapat menjadi modal untuk melanjutkan studi di berbagai program studi teknik.
"Orientasi siswa umumnya masih terbatas pada profesi yang berkaitan langsung dengan penerbangan. Padahal, peluang melanjutkan pendidikan ke berbagai bidang keteknikan sangat terbuka. Karena itu, mereka perlu memahami strategi, pilihan studi, dan tahapan yang harus dipersiapkan untuk menjadi insinyur profesional," katanya, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Hamonangan, Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia di bidang rekayasa dan teknologi. Lulusan SMK yang memiliki bekal keterampilan vokasi dinilai memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan tersebut apabila melanjutkan pendidikan hingga jenjang profesi.
Lihat video: Lulusan SMK Menganggur? Menjembatani Skill & Industri
Dalam pelatihan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan Program Profesi Insinyur sebagai tahapan lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana teknik. Melalui program itu, lulusan dapat memperoleh kompetensi profesi sekaligus gelar Insinyur sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Program Studi Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Imbuh Rochmad menilai pengenalan profesi insinyur perlu dilakukan sejak bangku sekolah agar siswa memiliki perencanaan karier yang lebih jelas.
"Harapannya, mereka tidak hanya bercita-cita bekerja setelah lulus SMK, tetapi juga memiliki visi untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi dan berkontribusi pada kemajuan teknologi Indonesia," ujarnya.
Kepala SMK Penerbangan Dirghantara Eva Sulastri menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut Eva, siswa memperoleh perspektif baru mengenai peluang pendidikan yang sebelumnya belum banyak diketahui.
"Interaksi langsung dengan dosen memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan siswa tentang berbagai pilihan pendidikan dan karier di bidang teknik. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut," katanya.
Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan tim dosen Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana yang terdiri atas Hamonangan Girsang dan Imbuh Rochmad.
Kegiatan juga dihadiri perwakilan mitra dari PT LSP Teknik & Manajemen Industri serta mahasiswa Universitas Mercu Buana yang turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan pelatihan dan pendampingan kepada para siswa.
Selain penyampaian materi dan diskusi, kegiatan ditutup dengan penyerahan modul pelatihan kepada pihak sekolah. Program ini juga melibatkan mahasiswa Program Profesi Insinyur Universitas Mercu Buana melalui skema rekognisi Satuan Kredit Prestasi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
(cip)
Lihat Juga :