Transformasi Transportasi, Jumlah Penumpang KAI Naik 10 Persen

Jum'at, 10 Juli 2026 - 15:32 WIB
loading...
Transformasi Transportasi,...
Sepanjang Januari - Maret 2026, KAI tercatat melayani lebih dari 128 juta pelanggan, naik sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kualitas transportasi publik tidak lagi hanya diukur dari jumlah armada atau kemegahan fasilitas yang dimiliki. Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat, transformasi menjadi fondasi utama dalam membangun layanan transportasi yang mampu menjawab tuntutan zaman sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Transformasi tersebut seperti tata kelola organisasi, pola pelayanan, pemanfaatan teknologi, hingga cara perusahaan memahami kebutuhan pengguna. Karena itu, keberhasilan transformasi tidak dapat dinilai hanya dari hadirnya fasilitas baru, melainkan dari sejauhmana perubahan tersebut mampu meningkatkan rasa aman, kenyamanan, dan kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Transformasi KAI Berhasil Layani Ratusan Juta Penumpang Pascapandemi

Transformasi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI misalnya. Sepanjang Januari - Maret 2026 saja, KAI tercatat melayani lebih dari 128 juta pelanggan, naik sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini bukan kebetulan, tapi bagaimana transformasi yang dilakukan selama bertahun-tahun kini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat Djoko Setijowarno mengatakan, perubahan layanan kereta api dimulai dari pembenahan internal sebelum akhirnya dirasakan oleh pelanggan. Transformasi tersebut diwujudkan melalui berbagai pembenahan, mulai dari sterilisasi stasiun hingga peningkatan kualitas fasilitas.

Stasiun yang sebelumnya kurang tertata perlahan berubah menjadi lebih bersih, terang, aman, dan nyaman. Fasilitas pendukung seperti toilet dan musala pun turut ditingkatkan agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

“Transformasi dimulai dari dalam organisasi sebelum diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding melakukan perubahan eksternal tanpa didukung pembenahan internal. Hasilnya pun telah terlihat dan didukung oleh pelanggan,” ujar Djoko dalam podcast bertajuk Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia.

Perubahan tersebut kemudian dirasakan langsung masyarakat sebagai pengguna. Pandangan itu diperkuat Travel Content Creator Taufik Effendi, di mana dia telah menjajal layanan kereta api di 24 negara, sebuah tolok ukur yang membuat pengakuannya soal KAI terasa lebih berbobot.

Menurut dia, transformasi KAI bukan sekadar terlihat dari sisi fisik, tetapi juga tercermin dalam kualitas layanan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Taufik mengaku telah mengikuti perkembangan KAI sejak masih duduk di bangku sekolah. Karena itu, dia merasakan sendiri perubahan besar yang terjadi, mulai dari kondisi stasiun, kenyamanan perjalanan, hingga pelayanan yang kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Saya merasakan sendiri transformasi KAI dari dulu sampai sekarang. Perubahannya jauh sekali. Sekarang naik kereta bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan,” kata Taufik dalam podcast bertajuk Kenapa Video Naik Kereta Bisa Ditonton Jutaan Orang? Rahasia Storytelling Travel Content.

Perubahan tersebut juga membuat perjalanan dengan kereta semakin diminati. Banyak masyarakat kini memilih kereta bukan hanya karena faktor efisiensi, tetapi juga karena kenyamanan dan kualitas layanan yang terus meningkat. Pengalaman perjalanan pun menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan KAI.

Klaim ini sejalan dengan langkah nyata di lapangan bahwa KAI menjalankan program peremajaan besar-besaran terhadap unit lokomotif dan unit kereta. Hal ini menjadi bukti bahwa transformasi ini terus berjalan, bukan berhenti di masa lalu.

Artinya, transformasi tidak berhenti pada pembaruan fasilitas maupun sistem layanan. Ketika perubahan dilakukan secara konsisten dan benar-benar berorientasi pada pelanggan, hasilnya akan dirasakan langsung oleh pengguna. Pengalaman KAI menunjukkan bahwa transformasi yang dimulai dari dalam organisasi mampu menjadi fondasi bagi lahirnya layanan yang semakin dipercaya masyarakat.

Perjalanan transformasi yang dilakukan KAI ini juga sudah diabadikan di dalam Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya. Bertempat di kantor MCorp Office 88, Kota Kasablanka, museum ini menyajikan perjalanan transformasi KAI.

Transformasi pertama dilakukan perusahaan dengan berfokus pada pembangunan jaringan rel dan infrastruktur kereta. Suasana stasiun masih terbuka tanpa sistem digital. Tiket kertas manual menjadi satu-satunya akses dan pengalaman pelanggan belum menjadi prioritas.

Memasuki era reformasi layanan, KAI mulai berbenah dengan pendekatan yang lebih berpusat pada pelanggan. Inovasi seperti pembelian tiket daring, e-Kiosk, boarding pass, serta pembenahan sistem stasiun menjadi titik balik penting. Transformasi ini dilanjutkan dengan digitalisasi awal lewat aplikasi KAI Access, penggunaan QR code, dan integrasi berbagai layanan dalam satu platform digital.

Kini, KAI memasuki fase digital lanjutan yang mengusung teknologi prediktif dan personalisasi. Fitur seperti check-in berbasis face recognition, pembayaran cashless lintas platform, serta pelacakan real-time dan loyalty program menjadi standar baru.

Hingga kini, transformasi yang dilakukan KAI terus berjalan. Dengan lebih dari 128 juta penumpang mempercayakan perjalanannya dalam tiga bulan pertama tahun 2026 saja, satu hal menjadi jelas, yakni transformasi ini bukan lagi wacana, melainkan pengalaman nyata yang setiap hari dirasakan jutaan masyarakat Indonesia dan akan terus berkembang seiring perusahaan memikirkan inovasi baru demi meningkatkan customer experience agar terus relevan dengan perubahan yang terjadi di konsumen Indonesia.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemkot Bogor Hapus Ratusan...
Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
Tarif Transjakarta Diusulkan...
Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, Pramono: Segera Dikaji
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Rekomendasi
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Pendaftaran Akun KIP...
Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka hingga 31 Oktober, Simak Caranya
Berita Terkini
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
Brimob Bersenjata Jaga...
Brimob Bersenjata Jaga Ketat Gedung Promoter Polda Metro Jaya Jelang Konferensi Pers Tiga Kasus Korupsi
Transformasi Transportasi,...
Transformasi Transportasi, Jumlah Penumpang KAI Naik 10 Persen
Persoalkan Penerapan...
Persoalkan Penerapan Pasal 32 UU ITE, Roy Suryo Minta Status Tersangka Tidak Sah
Situasi Terkini Polda...
Situasi Terkini Polda Metro usai Penggeledahan, Brimob Bersenjata Masih Siaga
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved