Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
Kamis, 09 Juli 2026 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Intercultural Festival mencerminkan komitmen Universitas Mercu Buana dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap keberagaman. Andi berharap kegiatan tersebut mampu menjadi jembatan persahabatan, memperluas kolaborasi internasional, sekaligus mengikis berbagai prasangka yang masih muncul akibat perbedaan budaya.
Intercultural Festival tahun ini diikuti mahasiswa dari Indonesia, Yaman, Rwanda, Somalia, Filipina, Suriah, Rusia, Timor Leste, dan Pakistan. Setiap negara menghadirkan stan yang memperkenalkan identitas budayanya melalui makanan khas, minuman tradisional, pakaian nasional, hingga pertunjukan seni yang menarik perhatian pengunjung.
Lihat video: JAKARTA WORLD FOLKFEST 2026: Rayakan Keragaman Budaya Internasional!
Kehadiran para perwakilan diplomatik turut memperkuat pesan bahwa kampus dapat menjadi ruang diplomasi antarmasyarakat (people-to-people diplomacy).
Istri Duta Besar Yaman, Knooz Saggaf Abdulrahman Al-Saggaf, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai wadah pertukaran budaya. "Dari event ini kita bisa berkenalan dengan macam-macam adat dan budaya negara lain. Terima kasih atas sambutan dan persiapan yang sangat luar biasa. Semoga setiap tahunnya acaranya semakin baik," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Mercu Buana Irmulansati Tomohardjo berharap Intercultural Festival tidak berhenti sebagai perayaan budaya semata, melainkan menjadi awal lahirnya kolaborasi akademik, pertukaran budaya, dan jejaring internasional yang semakin luas.
Intercultural Festival tahun ini diikuti mahasiswa dari Indonesia, Yaman, Rwanda, Somalia, Filipina, Suriah, Rusia, Timor Leste, dan Pakistan. Setiap negara menghadirkan stan yang memperkenalkan identitas budayanya melalui makanan khas, minuman tradisional, pakaian nasional, hingga pertunjukan seni yang menarik perhatian pengunjung.
Lihat video: JAKARTA WORLD FOLKFEST 2026: Rayakan Keragaman Budaya Internasional!
Kehadiran para perwakilan diplomatik turut memperkuat pesan bahwa kampus dapat menjadi ruang diplomasi antarmasyarakat (people-to-people diplomacy).
Istri Duta Besar Yaman, Knooz Saggaf Abdulrahman Al-Saggaf, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai wadah pertukaran budaya. "Dari event ini kita bisa berkenalan dengan macam-macam adat dan budaya negara lain. Terima kasih atas sambutan dan persiapan yang sangat luar biasa. Semoga setiap tahunnya acaranya semakin baik," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Mercu Buana Irmulansati Tomohardjo berharap Intercultural Festival tidak berhenti sebagai perayaan budaya semata, melainkan menjadi awal lahirnya kolaborasi akademik, pertukaran budaya, dan jejaring internasional yang semakin luas.
Lihat Juga :