Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Selasa, 07 Juli 2026 - 23:41 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi warga yang dimotori Syahrial, yang telah berswadaya memperbaiki jalan Enang-Enang yang rusak parah akibat diterjang banjir dan tanah longsor akhir November tahun lalu. Foto: Ist
A
A
A
BENER MERIAH - Mendagri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada warga yang dimotori Syahrial, yang telah berswadaya memperbaiki jalan Enang-Enang yang rusak parah akibat diterjang banjir dan tanah longsor akhir November tahun lalu. Pria asal Sumatera Selatanitu mengatakan setelah berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, dirinya dapat memaklumi mengapa warga bersikeras jalan Enang-Enang dikerjakan secara swadaya.
“Dari komunikasi saya dan tokoh masyarakat, mereka menyampaikan bahwa jalur alternatif sangat jauh dan menyebabkan naiknya pengeluaran warga,“ ujar Tito, Selasa, 7 Juli 2026 di Pendopo Bupati Bener Meriah dalam rapat koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Kabur Bener Meriah yang dihadiri Kaposko Wilayah PRR Dr Safrizal dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Berharap Masyarakat Dukung Gubernur Aceh
Tito yang merupakan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, dalam pertemuan di Pendopo dengan forkopimda dan tokoh masyarakat Bener Meriah menyebutkan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) akan memperkuat struktur jembatan Enang-Enang yang rusak akibat banjir.
Bila tidak ada aral melintang, pada Kamis, 8 Juli, Menteri PU akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan dan jalan secara langsung di Tajuk Enang-Enang.
Sebagai bentuk kewaspadaan, ruas Enang-Enang hanya boleh dilintasi sepeda motor, pejalan kaki, dan kendaraan roda empat. Sedangkan untuk roda enam ke atas dilarang melintas demi menghindari hal-hal yang tak perlu terjadi.
Plt Kepala Badan Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJN) Satker Wilayah Aceh Zulkarnaini mengatakan saat ini Kementerian PU sudah memasang besi penyangga di bawah jembatan untuk memperkuat struktur. Selain itu juga akan dipasang beton siclock untuk memperkuat jembatan eksisting lama.
Zulkarnain mengatakan di jalan alternatif Werlah-Simpang Lancang, pemerintah akan membangun sejumlah jembatan, termasuk jembatan besar yang panjangnya 400 meter. Sesuai dengan perhitungan teknik, jembatan yang akan dibangun menyerap anggaran Rp700 miliar. Jembatan tersebut akan mulai dibangun pada tahun 2027.
Dalam pertemuan singkat itu, Mendagri memberikan apresiasi langsung kepada Syahrial yang telah melakukan langkah untuk mempermudah arus transportasi untuk warga di sana.
Pemerintah segera membenahi jembatan tersebut supaya aman dilintasi warga yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Kepala Posko Wilayah PRR Safrizal mengatakan pemerintah sangat menghargai inisiatif warga yang telah secara sukarela dan swadaya membenahi jalur Enang-Enang yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Kerja keras warga merupakan bukti bila rakyat sangat peduli terhadap daerahnya. Karena itu pemerintah secara khusus memberikan apresiasi.
Pemerintah tidak pernah meninggalkan warga terdampak bencana, termasuk di Bener Meriah. Pemerintah terus bekerja melakukan pemulihan. Enang-Enang pun turut direhabilitasi.
“Saat ini karena warga di bawah komando Pak Syahrial telah membukanya untuk memperlancar dan mempermudah lalu lintas warga, pemerintah tidak membiarkan mereka sendirian. Melalui BPJN Satker Aceh telah dipasang tiang penyangga di bawah jembatan supaya lebih aman,“ kata Safrizal yang pernah menjadi Pj Gubernur Aceh.
Kementerian Pekerjaan Umum sudah menyusun program pembenahan jalur Enang-Enang. Termasuk di dalamnya perbaikan jembatan eksisting lama.
Safrizal mengingatkan supaya tetap aman jembatan tersebut hanya boleh dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk kendaraan enam. Roda ke atas agar tetap menggunakan jalur alternatif Werlah-Simpang Lancang.
“Dari komunikasi saya dan tokoh masyarakat, mereka menyampaikan bahwa jalur alternatif sangat jauh dan menyebabkan naiknya pengeluaran warga,“ ujar Tito, Selasa, 7 Juli 2026 di Pendopo Bupati Bener Meriah dalam rapat koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Kabur Bener Meriah yang dihadiri Kaposko Wilayah PRR Dr Safrizal dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Berharap Masyarakat Dukung Gubernur Aceh
Tito yang merupakan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, dalam pertemuan di Pendopo dengan forkopimda dan tokoh masyarakat Bener Meriah menyebutkan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) akan memperkuat struktur jembatan Enang-Enang yang rusak akibat banjir.
Bila tidak ada aral melintang, pada Kamis, 8 Juli, Menteri PU akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan dan jalan secara langsung di Tajuk Enang-Enang.
Sebagai bentuk kewaspadaan, ruas Enang-Enang hanya boleh dilintasi sepeda motor, pejalan kaki, dan kendaraan roda empat. Sedangkan untuk roda enam ke atas dilarang melintas demi menghindari hal-hal yang tak perlu terjadi.
Plt Kepala Badan Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJN) Satker Wilayah Aceh Zulkarnaini mengatakan saat ini Kementerian PU sudah memasang besi penyangga di bawah jembatan untuk memperkuat struktur. Selain itu juga akan dipasang beton siclock untuk memperkuat jembatan eksisting lama.
Zulkarnain mengatakan di jalan alternatif Werlah-Simpang Lancang, pemerintah akan membangun sejumlah jembatan, termasuk jembatan besar yang panjangnya 400 meter. Sesuai dengan perhitungan teknik, jembatan yang akan dibangun menyerap anggaran Rp700 miliar. Jembatan tersebut akan mulai dibangun pada tahun 2027.
Dalam pertemuan singkat itu, Mendagri memberikan apresiasi langsung kepada Syahrial yang telah melakukan langkah untuk mempermudah arus transportasi untuk warga di sana.
Pemerintah segera membenahi jembatan tersebut supaya aman dilintasi warga yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Kepala Posko Wilayah PRR Safrizal mengatakan pemerintah sangat menghargai inisiatif warga yang telah secara sukarela dan swadaya membenahi jalur Enang-Enang yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Kerja keras warga merupakan bukti bila rakyat sangat peduli terhadap daerahnya. Karena itu pemerintah secara khusus memberikan apresiasi.
Pemerintah tidak pernah meninggalkan warga terdampak bencana, termasuk di Bener Meriah. Pemerintah terus bekerja melakukan pemulihan. Enang-Enang pun turut direhabilitasi.
“Saat ini karena warga di bawah komando Pak Syahrial telah membukanya untuk memperlancar dan mempermudah lalu lintas warga, pemerintah tidak membiarkan mereka sendirian. Melalui BPJN Satker Aceh telah dipasang tiang penyangga di bawah jembatan supaya lebih aman,“ kata Safrizal yang pernah menjadi Pj Gubernur Aceh.
Kementerian Pekerjaan Umum sudah menyusun program pembenahan jalur Enang-Enang. Termasuk di dalamnya perbaikan jembatan eksisting lama.
Safrizal mengingatkan supaya tetap aman jembatan tersebut hanya boleh dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk kendaraan enam. Roda ke atas agar tetap menggunakan jalur alternatif Werlah-Simpang Lancang.
(jon)
Lihat Juga :