Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City, Urai Macet dan Bisa Jadi Sentra UMKM
Selasa, 07 Juli 2026 - 13:14 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta manajamen Plaza Senayan dan Senayan City membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua pusat perbelanjaan tersebut. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta manajamen Plaza Senayan dan Senayan City membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua pusat perbelanjaan tersebut. Niatnya, untuk mengurai kemacetan di area tersebut.
"Jakarta memang harus dikelola menjadi lebih baik. Hal-hal yang menjadi simpul-simpul kemacetan itu harus diurai. Salah satu yang terjadi antara Plaza Senayan dengan Senayan City," kata Pramono saat ditemui di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Menurut Pramono infrastruktur bawah tanah itu akan menguntungkan Plaza Senayan dan Senayan City. Pramono menyebut ruang bawah tanah itu juga bisa dimanfaatkan berbagai aktivitas ekonomi.
Baca juga: Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
"Ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk berjualan UMKM dan sebagainya. Nah, dengan hal itulah kemudian Pemerintah DKI Jakarta meminta kepada dua apa pusat perbelanjaan ini bersedia untuk menghubungkan diri dan kemudian diatur secara bersama-sama," sambungnya.
Pramono menyampaikan pembanguan infrastuktur tersebut bukanlah sesuatu hal yang sulit dikerjakan oleh kedua pihak mall tersebut. Sebab hal yang sulit, seperti menghubungkan konektivitas bawah tanah di kawasan Bundaran HI saja bisa dilakukan.
Lihat video: Pramono Tinjau Proyek Flyover Latumenten, Target Rampung Desember 2026
"Karena yang lebih sulit saja bisa diatasi di Bundaran HI, menghubungkan Grand Hyatt dengan Pullman, Pullman dengan Mandarin, Mandarin dengan Kempinski, dan nanti di bawah kemudian ada apa UMKM yang langsung kemudian terhubung dengan masuk ke MRT," sambungnya.
Pramono menegaskan keberadaan jalur penghubung bawah tanah di kawasan Senayan sangat penting untuk memperlancar lalu lintas.
"Sementara kalau di Senayan, Plaza Senayan dengan Senayan City ini kan kalau tidak dihubungkan di bawah itu sangat mengganggu transportasi dan seringkali menyebabkan kemacetan yang ada. Jadi itu kita lakukan," ucapnya.
"Jakarta memang harus dikelola menjadi lebih baik. Hal-hal yang menjadi simpul-simpul kemacetan itu harus diurai. Salah satu yang terjadi antara Plaza Senayan dengan Senayan City," kata Pramono saat ditemui di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Menurut Pramono infrastruktur bawah tanah itu akan menguntungkan Plaza Senayan dan Senayan City. Pramono menyebut ruang bawah tanah itu juga bisa dimanfaatkan berbagai aktivitas ekonomi.
Baca juga: Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
"Ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk berjualan UMKM dan sebagainya. Nah, dengan hal itulah kemudian Pemerintah DKI Jakarta meminta kepada dua apa pusat perbelanjaan ini bersedia untuk menghubungkan diri dan kemudian diatur secara bersama-sama," sambungnya.
Pramono menyampaikan pembanguan infrastuktur tersebut bukanlah sesuatu hal yang sulit dikerjakan oleh kedua pihak mall tersebut. Sebab hal yang sulit, seperti menghubungkan konektivitas bawah tanah di kawasan Bundaran HI saja bisa dilakukan.
Lihat video: Pramono Tinjau Proyek Flyover Latumenten, Target Rampung Desember 2026
"Karena yang lebih sulit saja bisa diatasi di Bundaran HI, menghubungkan Grand Hyatt dengan Pullman, Pullman dengan Mandarin, Mandarin dengan Kempinski, dan nanti di bawah kemudian ada apa UMKM yang langsung kemudian terhubung dengan masuk ke MRT," sambungnya.
Pramono menegaskan keberadaan jalur penghubung bawah tanah di kawasan Senayan sangat penting untuk memperlancar lalu lintas.
"Sementara kalau di Senayan, Plaza Senayan dengan Senayan City ini kan kalau tidak dihubungkan di bawah itu sangat mengganggu transportasi dan seringkali menyebabkan kemacetan yang ada. Jadi itu kita lakukan," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :