Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Kamis, 02 Juli 2026 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Pemprov DKI akan Bangun Flyover Latumenten Sepanjang 380 Meter
Flyover yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway. Sementara flyover yang mengarah ke Grogol memiliki panjang 420 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway.
Selain flyover, Pemprov DKI Jakarta juga membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.
Di kawasan tersebut juga akan dibangun halte Transjakarta yang terintegrasi dengan Stasiun Grogol sebagai bagian dari pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Integrasi tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mengakses transportasi umum sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan massal.
Selama masa konstruksi berlangsung, sejumlah penyesuaian rekayasa lalu lintas akan dilakukan. Masyarakat diimbau mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas demi menjaga keselamatan di sekitar area pekerjaan.
Flyover yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway. Sementara flyover yang mengarah ke Grogol memiliki panjang 420 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway.
Selain flyover, Pemprov DKI Jakarta juga membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.
Di kawasan tersebut juga akan dibangun halte Transjakarta yang terintegrasi dengan Stasiun Grogol sebagai bagian dari pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Integrasi tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mengakses transportasi umum sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan massal.
Selama masa konstruksi berlangsung, sejumlah penyesuaian rekayasa lalu lintas akan dilakukan. Masyarakat diimbau mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas demi menjaga keselamatan di sekitar area pekerjaan.
(cip)
Lihat Juga :