Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Minggu, 28 Juni 2026 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Di Dusun Glondong, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Ibu Dwi Rahayu (32 Tahun) menjadi salah satu sosok yang menerima uluran tangan ini. Sebagai ibu menyusui dengan tiga orang anak, kehadiran bayi mungil berusia 1,5 bulan di tengah situasi Dwi harus berjuang sendiri setelah ditinggal sang suami, menjadi ujian yang berat.
Selama ini, Dwi tinggal bersama kedua orang tuanya yakni Suparjiman (72) dan Ibu Sriyatun (68), dalam kondisi rumah beratap seng dan dinding batako dengan kamar mandi yang jauh dari kata layak. Bagi Dwi, rumah yang lebih kokoh dan sanitasi yang baik bukan lagi sekadar impian, melainkan benteng pertahanan bagi kesehatan bayi dan keluarganya.
Di dusun lainnya, tepatnya di Pakem, Desa Tamannartani, Kecamatan Kalasan, perjuangan hidup tampak dari Nenek Paiyem (73). Lansia yang hidup sebatang kara ini tinggal bersama keponakannya, Heri Kiswanto (33). Keterbatasan ruang menjadi potret memprihatinkan; sebuah rumah berukuran 6 x 3 meter harus dihuni oleh dua keluarga sekaligus.
Lihat video: Di Washington DC, Prabowo Tegaskan Komitmen Atasi Stunting di Indonesia
Heri, yang bekerja sebagai tenaga lapangan di Dinas Lingkungan Hidup dengan penghasilan Rp2,8 juta per bulan, harus membagi fokus untuk menghidupi keluarganya, sang istri Aprilia Nurjanah (29), dan anak balita mereka Listiana Jannatin Najla (57), sekaligus membantu Nenek Paiyem yang sehari-harinya masih berusaha menyambung hidup dengan mengumpulkan barang bekas.
Kehadiran balita di tengah keterbatasan ini menyoroti pentingnya dukungan nyata, seperti intervensi pencegahan stunting yang kini tengah diupayakan melalui Program Genting.
Selama ini, Dwi tinggal bersama kedua orang tuanya yakni Suparjiman (72) dan Ibu Sriyatun (68), dalam kondisi rumah beratap seng dan dinding batako dengan kamar mandi yang jauh dari kata layak. Bagi Dwi, rumah yang lebih kokoh dan sanitasi yang baik bukan lagi sekadar impian, melainkan benteng pertahanan bagi kesehatan bayi dan keluarganya.
Di dusun lainnya, tepatnya di Pakem, Desa Tamannartani, Kecamatan Kalasan, perjuangan hidup tampak dari Nenek Paiyem (73). Lansia yang hidup sebatang kara ini tinggal bersama keponakannya, Heri Kiswanto (33). Keterbatasan ruang menjadi potret memprihatinkan; sebuah rumah berukuran 6 x 3 meter harus dihuni oleh dua keluarga sekaligus.
Lihat video: Di Washington DC, Prabowo Tegaskan Komitmen Atasi Stunting di Indonesia
Heri, yang bekerja sebagai tenaga lapangan di Dinas Lingkungan Hidup dengan penghasilan Rp2,8 juta per bulan, harus membagi fokus untuk menghidupi keluarganya, sang istri Aprilia Nurjanah (29), dan anak balita mereka Listiana Jannatin Najla (57), sekaligus membantu Nenek Paiyem yang sehari-harinya masih berusaha menyambung hidup dengan mengumpulkan barang bekas.
Kehadiran balita di tengah keterbatasan ini menyoroti pentingnya dukungan nyata, seperti intervensi pencegahan stunting yang kini tengah diupayakan melalui Program Genting.
Lihat Juga :