Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Minggu, 21 Juni 2026 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Menurut buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, saat itu petugas jaga adalah Agen Polisi II Tholib dan Agen Polisi II Kartimin.
Proses interogasi berjalan alot karena tawanan perang enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Sontak, Loemy pun memberikan kode pada Agen Kartimin dengan kedipan mata.
Maksudnya agar sang agen menakut-nakuti tawanan supaya buka mulut. Namun, apa yang terjadi, Kartimin justru salah menafsirkan kemudian langsung melepaskan tembakan ke arah tawanan dari jarak 5 meter.
Peluru kaliber 5,56 dari senapan AR 15 milik Kartimin saat itu juga membuat tawanan tersungkur dan tewas di tempat.
Hal tersebut membuat Loemy sangat marah dan langsung menampar Agen Kartimin dua kali sambil berteriak “Kenapa ditembak…!”.
Kartimin yang ditampar sangat terkejut karena kode kedipan mata Loemy, dia anggap perintah untuk mengeksekusi tawanan. Loemy lantas menyadari bahwa perintahnya salah diterjemahkan.
Proses interogasi berjalan alot karena tawanan perang enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Sontak, Loemy pun memberikan kode pada Agen Kartimin dengan kedipan mata.
Maksudnya agar sang agen menakut-nakuti tawanan supaya buka mulut. Namun, apa yang terjadi, Kartimin justru salah menafsirkan kemudian langsung melepaskan tembakan ke arah tawanan dari jarak 5 meter.
Peluru kaliber 5,56 dari senapan AR 15 milik Kartimin saat itu juga membuat tawanan tersungkur dan tewas di tempat.
Hal tersebut membuat Loemy sangat marah dan langsung menampar Agen Kartimin dua kali sambil berteriak “Kenapa ditembak…!”.
Kartimin yang ditampar sangat terkejut karena kode kedipan mata Loemy, dia anggap perintah untuk mengeksekusi tawanan. Loemy lantas menyadari bahwa perintahnya salah diterjemahkan.
Lihat Juga :