BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:16 WIB
loading...
Edukasi tentang Strategi UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan yang digelar di Roemah UMKM BPDP SMESCO Indonesia, Jakarta. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Biji kakao, kelapa, hingga sawit tak lagi dipandang sekadar komoditas mentah. Nilai tambah kini menjadi kunci agar usaha perkebunan rakyat berkembang. Karena itu, inovasi produk terus didorong untuk memperluas pasar. Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan edukasi yang digelar di Roemah UMKM BPDP SMESCO Indonesia, Jakarta.
Acara menghadirkan pelaku usaha dan perwakilan pemerintah dalam satu forum dalam podcast bincang UMKM Perkebunan. Tema yang diangkat yakni Strategi UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan. Narasumbernya Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Helmi Muhansyah. Hadir pula Founder Minang Kakao, Afdhal Aliasar, dengan moderator Brigita Agustina.
Baca juga: Ketidakpastian HGU Dinilai Ancam Program Biodiesel B50 dan Masa Depan Industri Sawit Nasional
Diskusi menyoroti pentingnya pengolahan komoditas perkebunan menjadi produk bernilai tinggi. Kelapa sawit, kelapa, dan kakao dinilai memiliki peluang besar. Namun, potensi tersebut belum optimal tanpa inovasi berkelanjutan. Pelaku usaha didorong menghasilkan produk turunan yang lebih kompetitif. Dengan begitu, akses menuju pasar yang lebih luas semakin terbuka.
Pengalaman Minang Kakao menjadi contoh nyata dalam perbincangan tersebut. Afdhal Aliasar memaparkan tantangan menjaga kualitas produk berbasis kakao. Persaingan usaha juga menuntut pembaruan produk secara konsisten. Selain itu, inovasi menjadi cara memperkuat posisi di pasar. "Inovasi harus terus berjalan agar usaha tetap berkembang," ujarnya, dikutip Sabtu (20/6/2025).
Helmi Muhansyah mengatakan, forum itu berfungsi sebagai sarana edukasi. Menurutnya, banyak peluang usaha dapat lahir dari komoditas perkebunan Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu melihat sektor ini lebih luas. "Diskusi ini menginspirasi masyarakat berwirausaha berbasis perkebunan," kata Helmi.
Baca juga: MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Selain berbagi pengalaman usaha, BPDP memaparkan berbagai dukungan bagi pelaku UMKM. Dukungan tersebut meliputi penguatan ekosistem dan sinergi lintas pemangku kepentingan. Peningkatan akses informasi pasar juga menjadi perhatian. Di samping itu, promosi melalui kanal digital terus diperluas. Upaya tersebut diharapkan membuat UMKM perkebunan mampu naik kelas secara konsisten.
Acara menghadirkan pelaku usaha dan perwakilan pemerintah dalam satu forum dalam podcast bincang UMKM Perkebunan. Tema yang diangkat yakni Strategi UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan. Narasumbernya Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Helmi Muhansyah. Hadir pula Founder Minang Kakao, Afdhal Aliasar, dengan moderator Brigita Agustina.
Baca juga: Ketidakpastian HGU Dinilai Ancam Program Biodiesel B50 dan Masa Depan Industri Sawit Nasional
Diskusi menyoroti pentingnya pengolahan komoditas perkebunan menjadi produk bernilai tinggi. Kelapa sawit, kelapa, dan kakao dinilai memiliki peluang besar. Namun, potensi tersebut belum optimal tanpa inovasi berkelanjutan. Pelaku usaha didorong menghasilkan produk turunan yang lebih kompetitif. Dengan begitu, akses menuju pasar yang lebih luas semakin terbuka.
Pengalaman Minang Kakao menjadi contoh nyata dalam perbincangan tersebut. Afdhal Aliasar memaparkan tantangan menjaga kualitas produk berbasis kakao. Persaingan usaha juga menuntut pembaruan produk secara konsisten. Selain itu, inovasi menjadi cara memperkuat posisi di pasar. "Inovasi harus terus berjalan agar usaha tetap berkembang," ujarnya, dikutip Sabtu (20/6/2025).
Helmi Muhansyah mengatakan, forum itu berfungsi sebagai sarana edukasi. Menurutnya, banyak peluang usaha dapat lahir dari komoditas perkebunan Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu melihat sektor ini lebih luas. "Diskusi ini menginspirasi masyarakat berwirausaha berbasis perkebunan," kata Helmi.
Baca juga: MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Selain berbagi pengalaman usaha, BPDP memaparkan berbagai dukungan bagi pelaku UMKM. Dukungan tersebut meliputi penguatan ekosistem dan sinergi lintas pemangku kepentingan. Peningkatan akses informasi pasar juga menjadi perhatian. Di samping itu, promosi melalui kanal digital terus diperluas. Upaya tersebut diharapkan membuat UMKM perkebunan mampu naik kelas secara konsisten.
(shf)
Lihat Juga :