Dorong Komunitas Kreatif, Anak-Anak Muda Surabaya Ini Dilatih Nyablon
Senin, 21 September 2020 - 16:18 WIB
loading...
Komunitas pecinta alam saat mengikuti sarasehan pembuatan sablon yang digelar Dagelan Adventure dan Uprise Surabaya. Nampak mereka menunjukkan hasil sablonan setelah acara.Foto/ist
A
A
A
SIDOARJO - Komunitas pecinta alam , Dagelan Adventure bekerja sama dengan Uprise Surabaya mengadakan pelatihan sablon, mulai teori hingga praktik. Anak-anak muda yang tergabung dalam SuperAdventure Surabaya ini ingin berkreasi yang bernilai ekonomi.
Pelatihan yang menghadirkan pembina komunitas Semanggi Alas, Roky Yulmezak digelar di Perum Griya Tamansari, Desa Tamansari, Sepanjang, Sidorjo. Roky Yulmezak yang akrab disapa Growak ini membeberkan tips praktis pembuatan sablon kepada peserta sarasehan yang merupakan anak komunitas pecinta alam dari berbagai organisasi ini.
“Tema sarasehan kali ini adalah industri kreatif untuk komunitas produktif, harapannya anak-anak komunitas bisa lebih kreatif serta mandiri, dan kelak bisa memiliki merchandise sendiri sebagai ciri khas komunitas mereka. Caranya melalui karya mereka seperti dalam bentuk sablon, baik itu kaus, tas, atau souvenir lainnya,” ujarnya, Senin (21/9/2020).
Acara ini dikemas dalam bentuk sarasehan. Menurutnya konsep sarasehan digelar secara terbuka, peserta bisa mengeluarkan pendapat, pengetahuan atau wawasan tentang dunia sablon.
(Baca juga: 1 Tahanan Kasus Narkoba BNN Kota Mojokerto Positif COVID-19 )
Pelatihan yang menghadirkan pembina komunitas Semanggi Alas, Roky Yulmezak digelar di Perum Griya Tamansari, Desa Tamansari, Sepanjang, Sidorjo. Roky Yulmezak yang akrab disapa Growak ini membeberkan tips praktis pembuatan sablon kepada peserta sarasehan yang merupakan anak komunitas pecinta alam dari berbagai organisasi ini.
“Tema sarasehan kali ini adalah industri kreatif untuk komunitas produktif, harapannya anak-anak komunitas bisa lebih kreatif serta mandiri, dan kelak bisa memiliki merchandise sendiri sebagai ciri khas komunitas mereka. Caranya melalui karya mereka seperti dalam bentuk sablon, baik itu kaus, tas, atau souvenir lainnya,” ujarnya, Senin (21/9/2020).
Acara ini dikemas dalam bentuk sarasehan. Menurutnya konsep sarasehan digelar secara terbuka, peserta bisa mengeluarkan pendapat, pengetahuan atau wawasan tentang dunia sablon.
(Baca juga: 1 Tahanan Kasus Narkoba BNN Kota Mojokerto Positif COVID-19 )
Lihat Juga :