Penolakan Jenazah COVID-19, Pengemudi Ambulans Ngaku Diserang 3 Kali
Senin, 21 September 2020 - 15:50 WIB
loading...
Ambulans yang membawa jenazah COVID-19 sudah tiga kali diserang massa. Foto/iNewsTV/Subhan Sabu
A
A
A
MANADO - Pengemudi Ambulans yang membawa jenazah COVID-19 mengaku tiga kali diserang massa. Video penyerangan itu kemudian menjadi viral.
Penolakan terhadap jenazah COVID-19 tersebut terjadi di Desa Talawaan Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara , Minggu (20/9/2020) sekira pukul 20.05 WITA. (Baca juga: Viral Penolakan Jenazah COVID-19, Supir Ambulan Diamuk Massa )
Video tersebut kemudian menjadi viral karena diunggah di laman sosial media facebook oleh @Morgan Tuama Emor Jr yang merupakan salah seorang pengemudi ambulans di RSUP Prof Kandouw Malalayang. (Baca juga: NU Sulut Punya Kantor Baru, Gubernur Ajak Selalu Jaga Persahabatan )
Korban Johanes Ponamon alias Faldo menceritakan, sebelumnya telah terjadi penolakan di RSUP Prof Kandouw Malalayang. Ada pihak keluarga yang menolak dan ada yang menerima. Namun akhirnya terjadi kesepakatan bersama pihak keluarga agar membawa jenazah untuk dikuburkan di Desa Talawaan Bajo.
Saat memasuki kampung, sudah ada dari Polsek Wori yang mengarahkan untuk langsung menuju kawasan pekuburan. Namun saat memasuki jalan menuju kompleks pekuburan, ada mobil dan beberapa massa yang menghalangi jalan.
Penolakan terhadap jenazah COVID-19 tersebut terjadi di Desa Talawaan Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara , Minggu (20/9/2020) sekira pukul 20.05 WITA. (Baca juga: Viral Penolakan Jenazah COVID-19, Supir Ambulan Diamuk Massa )
Video tersebut kemudian menjadi viral karena diunggah di laman sosial media facebook oleh @Morgan Tuama Emor Jr yang merupakan salah seorang pengemudi ambulans di RSUP Prof Kandouw Malalayang. (Baca juga: NU Sulut Punya Kantor Baru, Gubernur Ajak Selalu Jaga Persahabatan )
Korban Johanes Ponamon alias Faldo menceritakan, sebelumnya telah terjadi penolakan di RSUP Prof Kandouw Malalayang. Ada pihak keluarga yang menolak dan ada yang menerima. Namun akhirnya terjadi kesepakatan bersama pihak keluarga agar membawa jenazah untuk dikuburkan di Desa Talawaan Bajo.
Saat memasuki kampung, sudah ada dari Polsek Wori yang mengarahkan untuk langsung menuju kawasan pekuburan. Namun saat memasuki jalan menuju kompleks pekuburan, ada mobil dan beberapa massa yang menghalangi jalan.
Lihat Juga :