Hasil Tes CPNS Kabupaten Puncak Diumumkan, Bupati: 100% Anak Asli Papua
Senin, 21 September 2020 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Bupati menegaskan bahwa hasil ini bukan berarti ada diskriminasi, namun ini merupakan langkah afirmasi secara positiv bagi anak asli Papua, karena sejauh untuk bidang lain, nampaknya masih membutuhkan proses. Sementara banyak anak asli Papua yang sudah menyelesaikan kuliah, namun tidak terserap di lapangan kerja. Sehingga kesempatan untuk menjadi PNS,hanya bisa dilakukan melalui cara-cara seperti ini.
“Penerimaan-penerimaan yang dahulu, sudah banyak kita berikan kesempatan kepada saudara-saudara kita dari luar Puncak, kesempatan seperti ini, tidak salahnya kita berikan kesempatan buat adik-adik kita yang sudah sarjana, yang menganggur ini, tidak mungkin mereka pegawai di luar Kabupaten Puncak atau Papua, kesempatan mereka jadi PNS hanya di daerah mereka sendiri, artinya ini bagian dari diskriminasi positif bagi orang asli Papua,” tambahnya.
Kepada para pancakar yang lain, terutama honorer baik anak asli maupun non-Papua yang namanya belum tembus karena tidak mengikuti tes, Bupati berharap agar bersabar. Sebab nama mereka sudah didatakan, terutama tenaga guru dan kesehatan, mereka ini akan diakomodir pada penerimaan berikut, dengan kuota 20%.
“Penerimaan berikut, sudah pasti 80 persen anak asli Puncak Papua, 20 persen non-Papua. Khusus untuk non-Papua kita akan akomodir tenaga guru dan kesehatan, terutama saudara-saudara kita yang sudah mengabdi hampir tujuh sampai delapan tahun ke atas, sudah pasti akan kita terima,” tegasnya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Puncak, Elkana Waropen menjelaskan bahwsa peserta tes online 2018 semuanya anak asli Kabupaten Puncak berjumlah 800 orang lebih. Nama peserta yang tes dan tidak ikut tes, semua ditempel secara terbuka. Sehingga tidak ada permainan di dalamnya.
“Penerimaan-penerimaan yang dahulu, sudah banyak kita berikan kesempatan kepada saudara-saudara kita dari luar Puncak, kesempatan seperti ini, tidak salahnya kita berikan kesempatan buat adik-adik kita yang sudah sarjana, yang menganggur ini, tidak mungkin mereka pegawai di luar Kabupaten Puncak atau Papua, kesempatan mereka jadi PNS hanya di daerah mereka sendiri, artinya ini bagian dari diskriminasi positif bagi orang asli Papua,” tambahnya.
Kepada para pancakar yang lain, terutama honorer baik anak asli maupun non-Papua yang namanya belum tembus karena tidak mengikuti tes, Bupati berharap agar bersabar. Sebab nama mereka sudah didatakan, terutama tenaga guru dan kesehatan, mereka ini akan diakomodir pada penerimaan berikut, dengan kuota 20%.
“Penerimaan berikut, sudah pasti 80 persen anak asli Puncak Papua, 20 persen non-Papua. Khusus untuk non-Papua kita akan akomodir tenaga guru dan kesehatan, terutama saudara-saudara kita yang sudah mengabdi hampir tujuh sampai delapan tahun ke atas, sudah pasti akan kita terima,” tegasnya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Puncak, Elkana Waropen menjelaskan bahwsa peserta tes online 2018 semuanya anak asli Kabupaten Puncak berjumlah 800 orang lebih. Nama peserta yang tes dan tidak ikut tes, semua ditempel secara terbuka. Sehingga tidak ada permainan di dalamnya.
(shf)
Lihat Juga :