Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Minggu, 31 Mei 2026 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Dalam panen perdana ini, kelompok tersebut berhasil memanen 12 kuintal atau 1,2 ton ikan nila dari delapan kolam bioflok. Ikan yang dihasilkan memiliki kualitas prima dengan rata-rata bobot 250 gram per ekor. Prestasi ini mengantarkan Pokdakan Pusaka At Taqwa menjadi pembudidaya sistem bioflok terbaik ke-2 se-Provinsi Jawa Barat setelah Cirebon.
Lihat video: Visi Ketahanan Pangan Presiden Prabowo
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif oleh penyuluh perikanan dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor, Laila Yunita Indah, S.Pi.
Laila mengakui bahwa ia sempat meragukan keberlangsungan kelompok ini di awal pendampingan. Namun, semangat juang anggota kelompok berhasil mematahkan keraguan tersebut.
"Awalnya saya tidak yakin Pokdakan ini bisa berjalan lama, tapi ternyata saya salah. Mereka punya semangat tinggi dan terbukti sangat kompak. Untuk pembudidaya pemula, apa yang dicapai Pokdakan Pusaka At Taqwa ini sangat sukses dan inspiratif," ungkap Laila.
Kesuksesan ini menjadi bukti konkret bahwa dukungan pemerintah melalui sistem budidaya bioflok tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga efektif membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan di tingkat desa.
Lihat video: Visi Ketahanan Pangan Presiden Prabowo
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif oleh penyuluh perikanan dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor, Laila Yunita Indah, S.Pi.
Laila mengakui bahwa ia sempat meragukan keberlangsungan kelompok ini di awal pendampingan. Namun, semangat juang anggota kelompok berhasil mematahkan keraguan tersebut.
"Awalnya saya tidak yakin Pokdakan ini bisa berjalan lama, tapi ternyata saya salah. Mereka punya semangat tinggi dan terbukti sangat kompak. Untuk pembudidaya pemula, apa yang dicapai Pokdakan Pusaka At Taqwa ini sangat sukses dan inspiratif," ungkap Laila.
Kesuksesan ini menjadi bukti konkret bahwa dukungan pemerintah melalui sistem budidaya bioflok tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga efektif membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan di tingkat desa.
(cip)
Lihat Juga :