Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
“Transisi hijau harus menjadi peluang ekonomi rakyat, bukan hanya agenda elite atau proyek simbolik,” kata Fahira Idris.
Keenam, memperkuat kolaborasi kawasan aglomerasi Jabodetabek. Berbagai persoalan lingkungan Jakarta seperti polusi udara, banjir, sampah, hingga transportasi tidak bisa diselesaikan Jakarta sendirian. Karena itu, kolaborasi lintas daerah di kawasan aglomerasi harus diperkuat secara konkret dan berkelanjutan.
Ketujuh, memastikan seluruh agenda kota hijau berdampak langsung pada warga.Fahira Idris mengingatkan bahwa keberhasilan Jakarta di panggung global harus diukur dari kualitas hidup warga sehari-hari, mulai dari udara yang lebih bersih, transportasi yang nyaman, ruang publik yang sehat, hingga biaya hidup perkotaan yang lebih efisien.
“Paling penting adalah bagaimana seluruh agenda global ini benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta, terutama kelompok rentan dan masyarakat kelas menengah bawah,” ujar Fahira Idris.
Jakarta, sambung Fahira Idris, sebenarnya memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kota global hijau dunia, terutama karena berbagai transformasi yang sudah mulai berjalan seperti elektrifikasi bus TransJakarta, penguatan transportasi publik terintegrasi, pengembangan bangunan hijau, hingga berbagai agenda ketahanan iklim.
“Jakarta punya peluang besar menjadi contoh kota global hijau di kawasan Asia Tenggara. Tetapi untuk sampai ke sana dibutuhkan keberanian mengambil kebijakan yang progresif, konsisten, dan berpihak pada keberlanjutan jangka panjang,” ucapnya.
Keenam, memperkuat kolaborasi kawasan aglomerasi Jabodetabek. Berbagai persoalan lingkungan Jakarta seperti polusi udara, banjir, sampah, hingga transportasi tidak bisa diselesaikan Jakarta sendirian. Karena itu, kolaborasi lintas daerah di kawasan aglomerasi harus diperkuat secara konkret dan berkelanjutan.
Ketujuh, memastikan seluruh agenda kota hijau berdampak langsung pada warga.Fahira Idris mengingatkan bahwa keberhasilan Jakarta di panggung global harus diukur dari kualitas hidup warga sehari-hari, mulai dari udara yang lebih bersih, transportasi yang nyaman, ruang publik yang sehat, hingga biaya hidup perkotaan yang lebih efisien.
“Paling penting adalah bagaimana seluruh agenda global ini benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta, terutama kelompok rentan dan masyarakat kelas menengah bawah,” ujar Fahira Idris.
Jakarta, sambung Fahira Idris, sebenarnya memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kota global hijau dunia, terutama karena berbagai transformasi yang sudah mulai berjalan seperti elektrifikasi bus TransJakarta, penguatan transportasi publik terintegrasi, pengembangan bangunan hijau, hingga berbagai agenda ketahanan iklim.
“Jakarta punya peluang besar menjadi contoh kota global hijau di kawasan Asia Tenggara. Tetapi untuk sampai ke sana dibutuhkan keberanian mengambil kebijakan yang progresif, konsisten, dan berpihak pada keberlanjutan jangka panjang,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :