Sungai Jaletreng Berwarna Coklat, DLH: Hasil Uji Lab Masih Kategori Aman
Senin, 21 September 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
"Sungai Jaletreng dalam kategori aman, tidak tercemar, dan masih memenuhi baku mutu lingkungan. Karena semua parameter yang ada, masih di bawah baku mutu normal semuanya," tegas Tedi. (Baca juga: Buang Limbah ke Cisadane, Izin Kawasan Taman Tekno Bisa Dicabut)
Sesuai dengan hasil perhitungan, tahun 2019 ada perhitungan Sungai Jaletreng masih kategori tercemar berat, yakni berwarna merah. Pencemaran itu dengan perhitungan BOD Biochemical Oxygen Demand dan COD atau Chemical Oxygen Demand yang tinggi. Namun, mengalami perbaikan setelah ada pembinaan pihak LH kepada Taman Tekno.
"Alhamsdullilah setelah melakukan pengawasan, turun drastis. Awalnya berat, lalu jadi ringan, dan normal lagi. Untuk kekeruhan, kandungan kimia dalam air, kandungan biologi dalam air, semua normal," jelasnya.
Sementara untuk kekeruhan nonlogam, kata dia, itu diakibatkan adanya pembuangan limbah kotoran manusia atau tinja ke dalam Sungai Jaletreng. Bahkan, masyarakat banyak yang membuang limbah tinja ke dalam sungai itu.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, tampak air Sungai Jaletreng keruh dan berwarna coklat pekat. Kondisi hujan membuat permukaan air lebih tinggi dari sebelumnya.
Sesuai dengan hasil perhitungan, tahun 2019 ada perhitungan Sungai Jaletreng masih kategori tercemar berat, yakni berwarna merah. Pencemaran itu dengan perhitungan BOD Biochemical Oxygen Demand dan COD atau Chemical Oxygen Demand yang tinggi. Namun, mengalami perbaikan setelah ada pembinaan pihak LH kepada Taman Tekno.
"Alhamsdullilah setelah melakukan pengawasan, turun drastis. Awalnya berat, lalu jadi ringan, dan normal lagi. Untuk kekeruhan, kandungan kimia dalam air, kandungan biologi dalam air, semua normal," jelasnya.
Sementara untuk kekeruhan nonlogam, kata dia, itu diakibatkan adanya pembuangan limbah kotoran manusia atau tinja ke dalam Sungai Jaletreng. Bahkan, masyarakat banyak yang membuang limbah tinja ke dalam sungai itu.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, tampak air Sungai Jaletreng keruh dan berwarna coklat pekat. Kondisi hujan membuat permukaan air lebih tinggi dari sebelumnya.
(thm)
Lihat Juga :