FGD Sespimma Polri Angkatan ke-75, Perkuat Community Policing Atasi Geng Motor di Garut
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
"Diskusi tersebut menegaskan urgensi perumusan kebijakan yang tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum represif, tetapi juga strategi preventif dan preemtif yang holistik. Termasuk integrasi sosial dan penciptaan lapangan kerja," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam mengatasi permasalahan geng motor tidak melulu memakai penegakaan hukum represif. Menurutnya, banyak pendekatan melalui upaya preemtif dan preventif untuk menyelesaikan pembinaan kelompok bermotor dan penyelesaian perkara Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yakni dengan pendekatan humanis yakni Keadilan Restoratif. Baca juga: Cegah Penipuan dan Pinjol Ilegal, Sespimma Polri Dorong UMKM Jabar Melek Literasi Digital
Dalam mewujudkan Harkamtibmas yang berkesinambungan, Polri mengadopsi model Pemolisian Masyarakat atau Komunitas (Community Policing). Model ini menekankan kemitraan yang sejajar antara petugas kepolisian dengan masyarakat dan instansi sipil guna memecahkan masalah kamtibmas ini.
"Pendekatan emosional menjadi kunci. Pendekatan dan pola pembinaan kelompok harus disesuaikan dengan psikologi usia muda," tambahnya.
Selain melakukan FGD yang merupakan bagian dari Praktek Kerja Profesi (PKP), Sespimma Polri juga melakukan bakti sosial yakni dengan melakukan donor darah dan penanaman 100 bibit pohon di sekitar Polres Garut. "Alhamdulillah terkumpul 100 kantong darah dari elemen serdik, anggota polres, komunitas premotor, ormas di Kabupaten Garut," tandasnya.
Ia menjelaskan, dalam mengatasi permasalahan geng motor tidak melulu memakai penegakaan hukum represif. Menurutnya, banyak pendekatan melalui upaya preemtif dan preventif untuk menyelesaikan pembinaan kelompok bermotor dan penyelesaian perkara Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yakni dengan pendekatan humanis yakni Keadilan Restoratif. Baca juga: Cegah Penipuan dan Pinjol Ilegal, Sespimma Polri Dorong UMKM Jabar Melek Literasi Digital
Dalam mewujudkan Harkamtibmas yang berkesinambungan, Polri mengadopsi model Pemolisian Masyarakat atau Komunitas (Community Policing). Model ini menekankan kemitraan yang sejajar antara petugas kepolisian dengan masyarakat dan instansi sipil guna memecahkan masalah kamtibmas ini.
"Pendekatan emosional menjadi kunci. Pendekatan dan pola pembinaan kelompok harus disesuaikan dengan psikologi usia muda," tambahnya.
Selain melakukan FGD yang merupakan bagian dari Praktek Kerja Profesi (PKP), Sespimma Polri juga melakukan bakti sosial yakni dengan melakukan donor darah dan penanaman 100 bibit pohon di sekitar Polres Garut. "Alhamdulillah terkumpul 100 kantong darah dari elemen serdik, anggota polres, komunitas premotor, ormas di Kabupaten Garut," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :