Perumda Dharma Jaya Siap Potong Ribuan Sapi Kurban di Jakarta
Rabu, 20 Mei 2026 - 22:23 WIB
loading...
Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan menyatakan pihaknya siap melakukan pemotongan ribuan ekor sapi kurban di Jakarta pada Iduladha 2026. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Perumda Dharma Jaya siap melakukan pemotongan ribuan ekor sapi kurban di Jakarta pada Hari Raya Iduladha 1447 H. Kesiapan ini didukung penuh oleh kepercayaan dari sejumlah lembaga tinggi negara dan organisasi kemasyarakatan.
Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pemotongan hewan kurban yang aman, sehat, dan terpercaya. Seluruh proses akan dikelola menggunakan fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang telah tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan halal.
Baca juga: Mengapa Ibadah Kurban Sangat Istimewa di Sisi Allah? Ini 3 Alasan Utamanya!
“Fasilitas pemotongan semi-mekanik kami memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari. Sebagai bagian dari standardisasi layanan, kami mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan yang kompeten,” ujar Irwan Nusyirwan di Jakarta, dikutip Rabu (20/5/2026).
Irwan menambahkan, sinergi lintas instansi ini bukan sekadar soal pemotongan, melainkan upaya bersama untuk memastikan daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat Jakarta memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Karena itu, pihaknya menyediakan solusi hulu ke hilir lewat layanan pengelolaan daging kurban yang komprehensif.
Baca juga: Bolehkah Seekor Kambing untuk Kurban Sekeluarga?
"Layanan kami mencakup pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram. Hal ini sengaja kami siapkan untuk memudahkan masyarakat dalam proses distribusi yang lebih praktis dan higienis," imbuhnya.
Guna menjamin kualitas tersebut, seluruh hewan kurban yang dikelola Dharma Jaya wajib melalui pemeriksaan ketat oleh tim dokter hewan untuk memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit menular lainnya. Melalui fasilitas rantai dingin (cold chain) yang dimiliki perusahaan, mata rantai distribusi daging kurban dipastikan tetap segar hingga diterima oleh masyarakat yang berhak.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan instruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengarahkan pemotongan hewan kurban ke RPH resmi untuk menjaga kebersihan lingkungan kota serta meminimalisir risiko pencemaran limbah pemotongan.
Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pemotongan hewan kurban yang aman, sehat, dan terpercaya. Seluruh proses akan dikelola menggunakan fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang telah tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan halal.
Baca juga: Mengapa Ibadah Kurban Sangat Istimewa di Sisi Allah? Ini 3 Alasan Utamanya!
“Fasilitas pemotongan semi-mekanik kami memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari. Sebagai bagian dari standardisasi layanan, kami mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan yang kompeten,” ujar Irwan Nusyirwan di Jakarta, dikutip Rabu (20/5/2026).
Irwan menambahkan, sinergi lintas instansi ini bukan sekadar soal pemotongan, melainkan upaya bersama untuk memastikan daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat Jakarta memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Karena itu, pihaknya menyediakan solusi hulu ke hilir lewat layanan pengelolaan daging kurban yang komprehensif.
Baca juga: Bolehkah Seekor Kambing untuk Kurban Sekeluarga?
"Layanan kami mencakup pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram. Hal ini sengaja kami siapkan untuk memudahkan masyarakat dalam proses distribusi yang lebih praktis dan higienis," imbuhnya.
Guna menjamin kualitas tersebut, seluruh hewan kurban yang dikelola Dharma Jaya wajib melalui pemeriksaan ketat oleh tim dokter hewan untuk memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit menular lainnya. Melalui fasilitas rantai dingin (cold chain) yang dimiliki perusahaan, mata rantai distribusi daging kurban dipastikan tetap segar hingga diterima oleh masyarakat yang berhak.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan instruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengarahkan pemotongan hewan kurban ke RPH resmi untuk menjaga kebersihan lingkungan kota serta meminimalisir risiko pencemaran limbah pemotongan.
(shf)
Lihat Juga :