PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
Selasa, 19 Mei 2026 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Potret Pedih Pendidikan RI, Guru Honorer di NTT Digaji Rp150 Ribu per Bulan
Ada ketulusan yang sama, berjalan dalam sunyi, bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi meninggalkan dampak yang panjang bagi kehidupan orang lain. Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli hadir memberikan dukungan sosial kepada Yustina.
Bantuan ini menjadi wujud kepedulian terhadap sosok pendidik yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga dengan hati. Kehadiran PNM diharapkan dapat menjadi penguat langkah bagi Yustina dan para pendidik lainnya yang terus bertahan menjaga harapan di ruang-ruang kelas sederhana.
“Terima kasih PNM sudah hadir membantu saya. Dukungan ini sangat berarti, bukan hanya untuk saya, tetapi juga menjadi semangat baru agar saya bisa terus mengajar anak-anak di sini. Semoga perhatian seperti ini membuat kami semakin kuat untuk tetap menjalankan tugas dengan hati,” ujar Yustina.
Bagi PNM, ketulusan Yustina adalah pengingat bahwa pemberdayaan tidak hanya hidup di ruang usaha, tetapi juga di ruang kelas, di jalan-jalan sunyi yang ditempuh para pendidik, dan di setiap langkah kecil yang membuka masa depan anak-anak Indonesia.
Ada ketulusan yang sama, berjalan dalam sunyi, bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi meninggalkan dampak yang panjang bagi kehidupan orang lain. Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli hadir memberikan dukungan sosial kepada Yustina.
Bantuan ini menjadi wujud kepedulian terhadap sosok pendidik yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga dengan hati. Kehadiran PNM diharapkan dapat menjadi penguat langkah bagi Yustina dan para pendidik lainnya yang terus bertahan menjaga harapan di ruang-ruang kelas sederhana.
“Terima kasih PNM sudah hadir membantu saya. Dukungan ini sangat berarti, bukan hanya untuk saya, tetapi juga menjadi semangat baru agar saya bisa terus mengajar anak-anak di sini. Semoga perhatian seperti ini membuat kami semakin kuat untuk tetap menjalankan tugas dengan hati,” ujar Yustina.
Bagi PNM, ketulusan Yustina adalah pengingat bahwa pemberdayaan tidak hanya hidup di ruang usaha, tetapi juga di ruang kelas, di jalan-jalan sunyi yang ditempuh para pendidik, dan di setiap langkah kecil yang membuka masa depan anak-anak Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :