Momen Tiga Tokoh NU Mengikuti Pendidikan Kepemimpinan di PMKNU Cirebon
Kamis, 14 Mei 2026 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Kehadiran mereka menegaskan bahwa setiap tokoh besar harus tetap tunduk pada supremasi organisasi melalui jalur kaderisasi resmi. Peristiwa ini memancing perhatian serius dari seluruh warga Nahdliyin di berbagai penjuru tanah air.
PMKNU bertujuan mencetak kader yang memiliki wawasan ke-NU-an luas serta ideologi Aswaja yang sangat kuat. Pelatihan kepemimpinan ini mempersiapkan peserta agar memahami nilai kebangsaan dan siap menjadi penggerak utama di tengah masyarakat.
Lihat video: Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya Angkat Bicara
"Yang dimaksud PMKNU adalah Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama. Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat," kata Gus Miftah, Kamis (14/5/2026).
Forum ini sering kali menjadi tempat lahirnya para aktivis, politisi ulung, hingga calon pemimpin nasional dari kultur pesantren. Kehadiran Gus Miftah dan kawan-kawan membuktikan betapa pentingnya pematangan kompetensi organisatoris bagi seorang tokoh populer.
Masyarakat melihat kebersamaan ini sebagai bentuk soliditas lintas spektrum yang sangat positif bagi kemajuan jamiyah ke depan. “Kami melihat ada berbagai kesamaan dalam memajukan jamiyah,” ucap salah seorang Nahdliyin yang memantau jalannya kegiatan tersebut.
PMKNU bertujuan mencetak kader yang memiliki wawasan ke-NU-an luas serta ideologi Aswaja yang sangat kuat. Pelatihan kepemimpinan ini mempersiapkan peserta agar memahami nilai kebangsaan dan siap menjadi penggerak utama di tengah masyarakat.
Lihat video: Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya Angkat Bicara
"Yang dimaksud PMKNU adalah Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama. Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat," kata Gus Miftah, Kamis (14/5/2026).
Forum ini sering kali menjadi tempat lahirnya para aktivis, politisi ulung, hingga calon pemimpin nasional dari kultur pesantren. Kehadiran Gus Miftah dan kawan-kawan membuktikan betapa pentingnya pematangan kompetensi organisatoris bagi seorang tokoh populer.
Masyarakat melihat kebersamaan ini sebagai bentuk soliditas lintas spektrum yang sangat positif bagi kemajuan jamiyah ke depan. “Kami melihat ada berbagai kesamaan dalam memajukan jamiyah,” ucap salah seorang Nahdliyin yang memantau jalannya kegiatan tersebut.
Lihat Juga :