Pemerintah Diminta Perluas Program Literasi Digital hingga ke Daerah
Jum'at, 08 Mei 2026 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Pilar pemberdayaan yang merupakan indikator kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi secara produktif untuk meningkatkan kualitas hidup hanya sebesar 25,66 saja. Selisih yang sangat besar ini merupakan cerminan adanya kesenjangan antara kemampuan menekan tombol dan kemampuan mengubah teknologi menjadi kekuatan ekonomi.
Lihat vide: Pemerintah Gencarkan Literasi Digital untuk Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
“Artinya data ini mengonfirmasi bahwa orang Indonesia bisa melakukan live streaming, tetapi tidak memiliki pengetahuan untuk memanfaatkannya secara produktif,” ucapnya.
Menurut Vanessa, infrastruktur internet kini semakin merata dan pengguna medsos terutama TikTok di Indonesia telah mencapai 108 juta jiwa. Hal ini membuat Indonesia menempati posisi ke-2 sebagai pengguna Tiktok terbanyak sedunia. Sayangnya dengan populasi digital yang sebanyak dan semasif ini hanya terjebak sebagai pengguna pasif dan tidak bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang produktif.
“Fenomena ngemis online ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat. Tanpa adanya tindakan yang tegas dalam melakukan perbaikan kualitas SDM dan perubahan strategi regulasi, digitalisasi hanya akan menjadi cara baru dalam mengeksploitasi manusia kelas bawah yang dapat menurunkan martabat bangsa Indonesia di mata dunia,” katanya.
Lihat vide: Pemerintah Gencarkan Literasi Digital untuk Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
“Artinya data ini mengonfirmasi bahwa orang Indonesia bisa melakukan live streaming, tetapi tidak memiliki pengetahuan untuk memanfaatkannya secara produktif,” ucapnya.
Menurut Vanessa, infrastruktur internet kini semakin merata dan pengguna medsos terutama TikTok di Indonesia telah mencapai 108 juta jiwa. Hal ini membuat Indonesia menempati posisi ke-2 sebagai pengguna Tiktok terbanyak sedunia. Sayangnya dengan populasi digital yang sebanyak dan semasif ini hanya terjebak sebagai pengguna pasif dan tidak bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang produktif.
“Fenomena ngemis online ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat. Tanpa adanya tindakan yang tegas dalam melakukan perbaikan kualitas SDM dan perubahan strategi regulasi, digitalisasi hanya akan menjadi cara baru dalam mengeksploitasi manusia kelas bawah yang dapat menurunkan martabat bangsa Indonesia di mata dunia,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :