Bukan Sekadar Memoles Skor di Mata Dunia, Jakarta Harus Wujudkan Rasa Aman yang Merata
Senin, 27 April 2026 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Jika berbicara lebih jauh lagi, Jakarta adalah kota dengan dua wajah yang saling memunggungi. Di satu sisi, terdapat kawasan 'bubble' seperti Menteng atau SCB, sebuah oase steril yang dipagari CCTV dan dikawal patroli 24 jam demi kenyamanan ekspatriat serta investor.
Namun, cukup bergeser sedikit ke arah pinggiran atau urban fringe, kemewahan itu menguap. Di sana, warga masih harus berjibaku dengan realita pahit seperti riuh tawuran antarwarga dan bayang-bayang pencurian kendaraan bermotor yang menghantui setiap malam.
Jika survei memberikan kehangatan prestasi, data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri justru menyuguhkan realita yang lebih dingin. Sepanjang 2025, sebanyak 414.812 kasus kejahatan tercatat di Indonesia naik 1,5% dari tahun sebelumnya.
Wilayah hukum Metro Jaya tetap berdiri di barisan teratas penyumbang angka kriminalitas. Meski Polri melaporkan kenaikan penyelesaian perkara hingga 43,22%, muncul alarm yang lebih mencemaskan yakni tingginya keterlibatan anak dalam tindak kriminal.
Di titik inilah, predikat Jakarta sebagai kota teraman ke-2 di ASEAN terasa seperti sebuah paradoks. Prestasi ini memang layak dirayakan sebagai pengakuan dunia, namun tugas pemerintah belum usai.
Tantangan besarnya bukan lagi sekadar memoles skor di atas kertas, melainkan memastikan rasa aman itu benar-benar mendarat di setiap jengkal kota, mulai dari lobi hotel mewah hingga gang-gang sempit tempat warga biasa menyandarkan lelah.
Namun, cukup bergeser sedikit ke arah pinggiran atau urban fringe, kemewahan itu menguap. Di sana, warga masih harus berjibaku dengan realita pahit seperti riuh tawuran antarwarga dan bayang-bayang pencurian kendaraan bermotor yang menghantui setiap malam.
Alarm dari Data Kriminalitas
Jika survei memberikan kehangatan prestasi, data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri justru menyuguhkan realita yang lebih dingin. Sepanjang 2025, sebanyak 414.812 kasus kejahatan tercatat di Indonesia naik 1,5% dari tahun sebelumnya.
Wilayah hukum Metro Jaya tetap berdiri di barisan teratas penyumbang angka kriminalitas. Meski Polri melaporkan kenaikan penyelesaian perkara hingga 43,22%, muncul alarm yang lebih mencemaskan yakni tingginya keterlibatan anak dalam tindak kriminal.
Di titik inilah, predikat Jakarta sebagai kota teraman ke-2 di ASEAN terasa seperti sebuah paradoks. Prestasi ini memang layak dirayakan sebagai pengakuan dunia, namun tugas pemerintah belum usai.
Tantangan besarnya bukan lagi sekadar memoles skor di atas kertas, melainkan memastikan rasa aman itu benar-benar mendarat di setiap jengkal kota, mulai dari lobi hotel mewah hingga gang-gang sempit tempat warga biasa menyandarkan lelah.
(shf)
Lihat Juga :