Jelang Muktamar ke-35 NU, Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Guru Wildan Banjar
Minggu, 26 April 2026 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Gus Salam mengaku mendapat pesan penting dari Guru Wildan agar menjaga dan menjalankan jam’iyyah Nahdlatul Ulama dengan landasan keilmuan berbasis pesantren serta etika-akhlaqul karimah yang kuat. Pesan ini melandasi Guru Wildan yang kesehariannya mengajar kitab-kitab besar seperti Ithaf al-Saadah al-Muttaqin Syarah Ihya Ulumuddin, Fathul Bari Syarah Soheh Bukhori, dan lainnya.
Lihat video: FULL Pidato Prabowo di Acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama
“Guru Wildan juga berpesan agar NU dikelola dengan rasa cinta, saling mengasihi dan menguatkan ukhuwwah nahdliyyah. Saya sudah pamit beliau dan mohon izin untuk komunikasi dengan PCNU se-Kalimantan Selatan. Alhamdulillah juga didoakan beliau agar diberi kemudahan meraih cita-cita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat IKAPMAM Aziz Ja'far menjelaskan kehadiran Gus Salam beserta masyayikh PP Mamba’ul Maarif, Denanyar Jombang di tanah Banjar juga untuk memberi kajian kitab “Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Asyfiya” sebuah kitab yang mengulas pola hidup yang baik sesuai Islam dengan sentuhan tasawuf dan akhlak.
Aziz Ja'far menjelaskan, pengajian kitab tersebut dilaksanakan di Pesantren Raoudlotul Muta’allimin An-Nahdliyyah (RMA) Guntungmanggis, Banjar Baru Kalimantan Selatan yang diasuh KH Muhari atau dikenal Guru Muha dan diikuti ratusan alumni, masyarakat, dan santri, bahkan pengurus NU Cabang Banjar Baru, Kalsel.
“Dalam pengajian rutin kitab ini, Kiai Abdussalam selalu menyelipkan pesan disertai kisah agar santri tetap terikat dengan masyayikh pesantren. Dan, agar warga serta pengurus NU senantiasa terikat dengan muassis dan masyayikh sepuh NU,” katanya.
Aziz Ja'far menyatakan, di antara substansi isi kitab berujung tentang thoriqoh atau jalan yang ditempuh yang dilandasi oleh tasawwuf; pemahaman ruhani dalam menjalankan rutinitas keseharian, baik dalam beribadah maupun menjalankan usaha. Karena, keduanya adalah kebutuhan hidup manusia yang beragama.
Lihat video: FULL Pidato Prabowo di Acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama
“Guru Wildan juga berpesan agar NU dikelola dengan rasa cinta, saling mengasihi dan menguatkan ukhuwwah nahdliyyah. Saya sudah pamit beliau dan mohon izin untuk komunikasi dengan PCNU se-Kalimantan Selatan. Alhamdulillah juga didoakan beliau agar diberi kemudahan meraih cita-cita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat IKAPMAM Aziz Ja'far menjelaskan kehadiran Gus Salam beserta masyayikh PP Mamba’ul Maarif, Denanyar Jombang di tanah Banjar juga untuk memberi kajian kitab “Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Asyfiya” sebuah kitab yang mengulas pola hidup yang baik sesuai Islam dengan sentuhan tasawuf dan akhlak.
Aziz Ja'far menjelaskan, pengajian kitab tersebut dilaksanakan di Pesantren Raoudlotul Muta’allimin An-Nahdliyyah (RMA) Guntungmanggis, Banjar Baru Kalimantan Selatan yang diasuh KH Muhari atau dikenal Guru Muha dan diikuti ratusan alumni, masyarakat, dan santri, bahkan pengurus NU Cabang Banjar Baru, Kalsel.
“Dalam pengajian rutin kitab ini, Kiai Abdussalam selalu menyelipkan pesan disertai kisah agar santri tetap terikat dengan masyayikh pesantren. Dan, agar warga serta pengurus NU senantiasa terikat dengan muassis dan masyayikh sepuh NU,” katanya.
Aziz Ja'far menyatakan, di antara substansi isi kitab berujung tentang thoriqoh atau jalan yang ditempuh yang dilandasi oleh tasawwuf; pemahaman ruhani dalam menjalankan rutinitas keseharian, baik dalam beribadah maupun menjalankan usaha. Karena, keduanya adalah kebutuhan hidup manusia yang beragama.