Dari Wonosobo, Jawa Tengah Nyatakan Perang Melawan Hoaks
Sabtu, 25 April 2026 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, kata dia, baru saja ada hoaks yang menyatakan JK meninggal dan sudah 2.500 orang yang menshare. “Saya juga sudah mengecek ke berbagai kanal resmi media baik mainstream maupun media sosial, itu tidak ada,” katanya.
Narasumber lain, Indra J Piliang menyarankan agar jangan percaya setiap informasi yang masuk ke ponsel. "Metode di jurnalistik adalah tidak mempercayai setiap informasi yang datang ke kita. Cek dulu kebenarannya melalui berbagai jalur bisa seperti Google atau berbagai platform AI,” kata Indra J Piliang.
Pemateri lain, Staf Ahli Kemenag RI Iswandi Saputra menjelaskan bedanya hoaks dan mitos. "Hoaks biasanya terkait politik dan kekuasaan, bukan kebenaran, kalau mitos terkait budaya yang telah menjadi keyakinan,” katanya.
Dia menuturkan, hoaks menyebar dengan cepat karena algoritma dan sistem insentif di media sosial mendorong itu. "Cara menghentikan hoaks tidak cepat menyebar adalah dengan tidak melanjutkan menonton video hoaks sebelum lima detik. Karena setelah lima detik kita sama saja memberikan gift, like, adsense ke pembuat hoaks," kata Prof Iswandi.
Para narasumber sepakat dengan pernyataan para pejabat yang hadir di seminar ini bahwa diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh nasional, Wonosobo. Dengan itu, Wonosobo diharapkan mampu berkembang sebagai daerah yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga memiliki ketahanan sosial yang kuat dan daya tarik investasi yang tinggi.
“Dari Wonosobo, kami menyatakan: melawan hoaks adalah langkah nyata menjaga kebenaran, menjaga persatuan, dan menjaga masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Narasumber lain, Indra J Piliang menyarankan agar jangan percaya setiap informasi yang masuk ke ponsel. "Metode di jurnalistik adalah tidak mempercayai setiap informasi yang datang ke kita. Cek dulu kebenarannya melalui berbagai jalur bisa seperti Google atau berbagai platform AI,” kata Indra J Piliang.
Pemateri lain, Staf Ahli Kemenag RI Iswandi Saputra menjelaskan bedanya hoaks dan mitos. "Hoaks biasanya terkait politik dan kekuasaan, bukan kebenaran, kalau mitos terkait budaya yang telah menjadi keyakinan,” katanya.
Dia menuturkan, hoaks menyebar dengan cepat karena algoritma dan sistem insentif di media sosial mendorong itu. "Cara menghentikan hoaks tidak cepat menyebar adalah dengan tidak melanjutkan menonton video hoaks sebelum lima detik. Karena setelah lima detik kita sama saja memberikan gift, like, adsense ke pembuat hoaks," kata Prof Iswandi.
Para narasumber sepakat dengan pernyataan para pejabat yang hadir di seminar ini bahwa diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh nasional, Wonosobo. Dengan itu, Wonosobo diharapkan mampu berkembang sebagai daerah yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga memiliki ketahanan sosial yang kuat dan daya tarik investasi yang tinggi.
“Dari Wonosobo, kami menyatakan: melawan hoaks adalah langkah nyata menjaga kebenaran, menjaga persatuan, dan menjaga masa depan Indonesia,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :