Hari Kartini di Tangsel, Momentum Mendorong Perempuan Cerdas, Mandiri, dan Religius
Selasa, 21 April 2026 - 12:38 WIB
loading...
A
A
A
“Perempuan tidak perlu ragu untuk mandiri secara finansial. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi ke depan. Setidaknya kita bisa membantu ekonomi keluarga dan menjadi contoh bagi anak-anak,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi teknologi bagi perempuan agar tidak tertinggal di era digital. “Ibu-ibu harus melek teknologi, termasuk AI dan platform digital. Ini penting untuk mendukung peran sebagai pendidik utama bagi anak,” ujarnya.
Menurut Ajeng, perempuan modern ideal adalah mereka yang mampu memadukan kecerdasan, modernitas, dan religiusitas dalam kehidupan sehari-hari. “Cerdas itu tidak menutup diri dari perkembangan zaman, modern berarti adaptif, dan religius berarti bijak dalam menggunakan teknologi dan menjaga nilai-nilai kehidupan,” tandasnya. Baca juga: Mulai 30 April Warga Tangsel Urus Izin hingga Cari Kuliner Hits lewat AI Tangsel ONE
Ia juga menyoroti pentingnya integritas perempuan, termasuk keberanian untuk berkata “tidak” terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip. “Perempuan yang berani berkata tidak adalah perempuan yang tahu batasan, punya integritas, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” tegasnya.
Menutup pesannya, Ajeng mengajak perempuan untuk terus saling menguatkan dan memahami peran masing-masing. “Kita harus menjadi perempuan yang tangguh, cerdas dalam peran, dan tetap religius. Kartini masa kini adalah perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan dan bertanggung jawab atas itu,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi teknologi bagi perempuan agar tidak tertinggal di era digital. “Ibu-ibu harus melek teknologi, termasuk AI dan platform digital. Ini penting untuk mendukung peran sebagai pendidik utama bagi anak,” ujarnya.
Menurut Ajeng, perempuan modern ideal adalah mereka yang mampu memadukan kecerdasan, modernitas, dan religiusitas dalam kehidupan sehari-hari. “Cerdas itu tidak menutup diri dari perkembangan zaman, modern berarti adaptif, dan religius berarti bijak dalam menggunakan teknologi dan menjaga nilai-nilai kehidupan,” tandasnya. Baca juga: Mulai 30 April Warga Tangsel Urus Izin hingga Cari Kuliner Hits lewat AI Tangsel ONE
Ia juga menyoroti pentingnya integritas perempuan, termasuk keberanian untuk berkata “tidak” terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip. “Perempuan yang berani berkata tidak adalah perempuan yang tahu batasan, punya integritas, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” tegasnya.
Menutup pesannya, Ajeng mengajak perempuan untuk terus saling menguatkan dan memahami peran masing-masing. “Kita harus menjadi perempuan yang tangguh, cerdas dalam peran, dan tetap religius. Kartini masa kini adalah perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan dan bertanggung jawab atas itu,” katanya.
(poe)
Lihat Juga :