Dari Tanah Liat di Pedalaman NTT, Srikandi Heroik Tumbuhkan Numerasi Anak Usia Dini

Selasa, 21 April 2026 - 07:30 WIB
loading...
A A A
“Padahal numerasi sejak dini penting sebagai fondasi kognitif yang membangun kemampuan berpikir logis, sistematis, dan pemecahan masalah. Hal ini akan membantu anak memahami konsep matematika dasar melalui bermain, meningkatkan kesiapan sekolah, dan menumbuhkan kepercayaan diri serta kemandirian,” ujar Indri.

Indri menambahkan pendampingan belajar di rumah pun belum optimal. Sebagian besar orang tua menghabiskan waktu di kebun atau ke pasar menjual hasil pertanian. Sehingga tidak terlalu memikirkan sejauh mana anak memahami pembelajaran.

Indri memahami kondisi tersebut. Ia berusaha mencari cara agar pembelajaran numerasi terasa lebih dekat dan menyenangkan. Indri memanfaatkan berbagai media alam di sekitar anak, seperti biji-bijian, batu, kayu, dan ranting. Media tersebut mudah dijangkau dan akrab dengan kehidupan sehari-hari anak, meski belum sepenuhnya mampu menjaga fokus mereka.

Dari pengamatannya terhadap lingkungan sekitar sekolah, Indri kemudian melihat potensi lain yang selama ini terabaikan: tanah liat. Struktur tanah Desa Laob yang didominasi tanah liat justru menjadi sumber belajar yang melimpah. Suatu hari, Indri mengajak anak-anak keluar kelas. Bersama-sama, mereka menggali tanah liat di halaman sekolah, mencampurnya dengan air hingga mudah dibentuk menjadi simbol angka sesuai kemampuan masing-masing.

Ada anak yang hanya mampu membuat garis lurus menjadi angka satu, ada pula yang membentuk lingkaran sederhana sebagai angka nol. Semua dilakukan tanpa paksaan. Anak-anak terlihat antusias, tertawa, dan fokus pada apa yang mereka kerjakan. “Waktu mereka membentuk sendiri, anak-anak jadi lebih cepat mengenal angka. Mereka tidak hanya menghafal, tapi memahami,” kata Indri.

Kegiatan sederhana ini membawa dampak besar. Minat belajar anak-anak meningkat. Selain mengenal simbol angka, kemampuan motorik halus, kreativitas, konsentrasi, dan kemampuan berbahasa mereka juga ikut berkembang. Anak-anak mulai menyebutkan angka yang ingin dibuat dan menunjukkan hasil karyanya dengan bangga. Melalui tanah liat yang sederhana, Indri menemukan cara untuk menumbuhkan minat belajar dan kemampuan numerasi anak-anak pedalaman NTT.

“Belajar itu tidak harus selalu di dalam kelas. Dari hal-hal sederhana di sekitar kita, anak-anak bisa belajar banyak,” tutup Indri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Gempa M6,0 Guncang Timor...
Gempa M6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Pintu Masuk Belajar,...
Pintu Masuk Belajar, Orang Tua Harus Tahu Apa Itu Sensori Anak
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT, Firda Riwu Kore Dorong Evaluasi dan Penguatan Perlindungan Anak
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Eks Pj Sekda Kupang...
Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik
Membangun Kembali Senyum...
Membangun Kembali Senyum Pasirlangu, Jejak Hangat LG di Masa Pemulihan
Rekomendasi
Ibunda Vega Darwanti...
Ibunda Vega Darwanti Meninggal Dunia, Irfan Hakim Ceritakan Momen Haru Terakhir
Denny Cagur Kenang Sosok...
Denny Cagur Kenang Sosok Temon: Senior yang Baik dan Berwawasan Luas
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Berita Terkini
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved