Menteri HAM: 15 Korban Tewas dalam Insiden Penembakan di Distrik Kembru, Anak-anak Jadi Korban
Senin, 20 April 2026 - 19:44 WIB
loading...
A
A
A
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga, Gubernur Meki Fritz Nawipa dan Kapolda Papua Tengah Brigjen Polisi Jermias Rontini, ditunjukan sejumlah bukti yang secara gamblang memperlihatkan bahwasanya KKB yang melakukan penyerangan, bukan TNI, seperti isu yang tersebar di media sosial akhir-akhir ini.
“Bahkan, diperoleh fakta menarik, di mana sesama anggota KKB saling menyalahkan satu dengan yang lainnya, terkait tragedi berdarah tersebut,” ucapnya.
Berdasarkan fakta yang dihimpun, terdapat 2 peristiwa berbeda di 14 April 2026. Peristiwa pertama terjadi di Desa Kembru, di mana personel TNI diserang terlebih dahulu oleh KKB. Meski demikian TNI berhasil melumpuhan 4 anggota mereka berikut barang bukti berupa senjata rakitan dengan berbagai jenis amunisi, busur, parang, kampak, alat komunikasi serta bendera opm.
Peristiwa kedua berlokasi di Desa Jigiunggi Minika yang berjarak 7 kilometer dari lokasi pertama, di mana personel TNI menerima laporan seorang anak kecil yang luka tembak, dan hingga saat ini kejadian tersebut masih dalam pendalaman untuk memastikan siapa pelaku penembakan sebenarnya.
Nemu Tabuni mengajak KKB untuk bersama-sama menjaga masyarakat agar hidup damai, sejahtera, supaya warga tenang dan anak-anak sebagai generasi penerus masa depan papua, dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Mewakili pemkab dan masyarakat Puncak Provinsi Papua Tengah, Nemu Tabuni mengingatkan KKB bahwasanya korban kekerasan sejatinya adalah keluarga mereka sendiri, dan meminta kelompok kriminal tersebut untuk memghentikan seluruh aksi kekerasan di Tanah Papua.
“Bahkan, diperoleh fakta menarik, di mana sesama anggota KKB saling menyalahkan satu dengan yang lainnya, terkait tragedi berdarah tersebut,” ucapnya.
Berdasarkan fakta yang dihimpun, terdapat 2 peristiwa berbeda di 14 April 2026. Peristiwa pertama terjadi di Desa Kembru, di mana personel TNI diserang terlebih dahulu oleh KKB. Meski demikian TNI berhasil melumpuhan 4 anggota mereka berikut barang bukti berupa senjata rakitan dengan berbagai jenis amunisi, busur, parang, kampak, alat komunikasi serta bendera opm.
Peristiwa kedua berlokasi di Desa Jigiunggi Minika yang berjarak 7 kilometer dari lokasi pertama, di mana personel TNI menerima laporan seorang anak kecil yang luka tembak, dan hingga saat ini kejadian tersebut masih dalam pendalaman untuk memastikan siapa pelaku penembakan sebenarnya.
Nemu Tabuni mengajak KKB untuk bersama-sama menjaga masyarakat agar hidup damai, sejahtera, supaya warga tenang dan anak-anak sebagai generasi penerus masa depan papua, dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Mewakili pemkab dan masyarakat Puncak Provinsi Papua Tengah, Nemu Tabuni mengingatkan KKB bahwasanya korban kekerasan sejatinya adalah keluarga mereka sendiri, dan meminta kelompok kriminal tersebut untuk memghentikan seluruh aksi kekerasan di Tanah Papua.
(cip)
Lihat Juga :