Konser Hey Slank di Malang: Gebrakan Social Movements ala HS
Minggu, 19 April 2026 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Konser Slank di Malang juga mengobati kerinduan Slankers. Sebab, terakhir grup musik asal Potlot Jakarta manggung di Malang pada tahun 2017 silam. Tour HS di Kota Malang ini perhelatan ke enam setelah Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lampung. Tak hanya musik, konser ini juga diramaikan Slankerspreneur yang menampilkan berbagai produk karya Slankers.
Sosial Klik
Falah Adha menambahkan kreativitas dan inklusivitas adalah nilai yang terus diusung HS. Salah satu wujudnya, sudah ada 40 karyawan disabilitas yang bekerja di Pabrik Rokok HS Magelang, Jawa Tengah. Jumlahnya akan terus meningkat dan mendapatkan fasilitas mess khusus.
Kepedulian terhadap akses pekerjaan layak juga diwujudkan dengan kebijakan penerimaan karyawan tanpa ijazah serta pengalaman. “Banyak orang menganggur bukan karena tak mau kerja, tapi terhalang syarat ijazah dan pengalaman kerja. Kami hapus syarat itu agar mereka bisa mendapat hak yang sama atas akses pekerjaan,” katanya.
Saat ini HS terus mengembangkan bisnisnya dengan pembangunan dua pabrik baru di Lampung Timur dan Sleman, Yogyakarta. “Di Lampung target 2500 karyawan, yang di Rejodani Sleman sekitar 1500 karyawan. Mohon doa semoga bulan depan sudah operasional,” jelas Falah.
Kesamaan misi dan nilai inilah yang meneguhkan Slank dalam bekerja sama dengan HS. Hal itu diamini oleh Drummer Slank, Bimbim.
“Dari awal kita ketemu Pak Haji Suryo (Owner HS), kita udah sepakat, kita bikin movements, nggak hanya jualan, tapi pergerakan anak muda. Inilaha bedanya, pingin berbuat sesuatu untuk lingkungannya,” kata Bimbim saat jumpa pers.
Drummer sekaligus pendiri Slank yang saat ini berusia 59 tahun itu mengibaratkan HS seperti “local hero”.
“Banyak banget kegiatan sosial yang dilakukan! Itu klik pertama Slank dengan HS,” lanjut Bimbim.
Sosial Klik
Falah Adha menambahkan kreativitas dan inklusivitas adalah nilai yang terus diusung HS. Salah satu wujudnya, sudah ada 40 karyawan disabilitas yang bekerja di Pabrik Rokok HS Magelang, Jawa Tengah. Jumlahnya akan terus meningkat dan mendapatkan fasilitas mess khusus.
Kepedulian terhadap akses pekerjaan layak juga diwujudkan dengan kebijakan penerimaan karyawan tanpa ijazah serta pengalaman. “Banyak orang menganggur bukan karena tak mau kerja, tapi terhalang syarat ijazah dan pengalaman kerja. Kami hapus syarat itu agar mereka bisa mendapat hak yang sama atas akses pekerjaan,” katanya.
Saat ini HS terus mengembangkan bisnisnya dengan pembangunan dua pabrik baru di Lampung Timur dan Sleman, Yogyakarta. “Di Lampung target 2500 karyawan, yang di Rejodani Sleman sekitar 1500 karyawan. Mohon doa semoga bulan depan sudah operasional,” jelas Falah.
Kesamaan misi dan nilai inilah yang meneguhkan Slank dalam bekerja sama dengan HS. Hal itu diamini oleh Drummer Slank, Bimbim.
“Dari awal kita ketemu Pak Haji Suryo (Owner HS), kita udah sepakat, kita bikin movements, nggak hanya jualan, tapi pergerakan anak muda. Inilaha bedanya, pingin berbuat sesuatu untuk lingkungannya,” kata Bimbim saat jumpa pers.
Drummer sekaligus pendiri Slank yang saat ini berusia 59 tahun itu mengibaratkan HS seperti “local hero”.
“Banyak banget kegiatan sosial yang dilakukan! Itu klik pertama Slank dengan HS,” lanjut Bimbim.
Lihat Juga :