Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Salam Silaturahmi ke PWNU DIY
Sabtu, 18 April 2026 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Lima wasiat Mbah Ali Maksum sangat mashur di kalangan NU karena mencerminkan dan menggambar ruhul alma’had (jiwa pesantren), ruhul jihad (jiwa berjuang) dan ruhul Khidmah (jiwa mengabdi dan melayani) untuk kemashlahatan umat.
Presentasi perkenalan pemikiran Gus Salam disertai dialog gayeng ala NU dan pesantren. Secara bergiliran mulai dari PWNU dan PCNU se-Yogyakarta diminta memberi tanggapan-pemikiran terkait kondisi NU saat ini dan harapan ke depan di bawah kepemimpin baru PBNU.
Suasana hangat dan akrab terasa sepanjang dialog antara Gus Salam dengan pengurus PWNU-PCNU se-Yogyakarta. Mulai dari isu-isu bersifat dogmatis, ideologis, administratif hingga aksi-aksi nyata penopang kemandirian NU terdiskusikan dengan gayeng. Termasuk isu sensitif mengenai AHWA dan mekanisme pemilihan pimpinan PBNU, juga terlontar dari auidens.
Rais PWNU DIY KH. Mas’ud Masduki menyimpulkan ketegangan di NU segera diakhiri, sebaliknya saling berangkulan untuk kebaikan NU melalui khidmah secara konsisten disertai keikhlasan.
“Kita di NU sudah lama berkonflik, kemudian terjadi ishlah. Kini, saatnya bersalam-salaman,” pungkas Kiai Mas’ud disambut senyum-tawa hadirin karena kata bersalam-salaman, identik dengan nama Gus Salam.
Presentasi perkenalan pemikiran Gus Salam disertai dialog gayeng ala NU dan pesantren. Secara bergiliran mulai dari PWNU dan PCNU se-Yogyakarta diminta memberi tanggapan-pemikiran terkait kondisi NU saat ini dan harapan ke depan di bawah kepemimpin baru PBNU.
Suasana hangat dan akrab terasa sepanjang dialog antara Gus Salam dengan pengurus PWNU-PCNU se-Yogyakarta. Mulai dari isu-isu bersifat dogmatis, ideologis, administratif hingga aksi-aksi nyata penopang kemandirian NU terdiskusikan dengan gayeng. Termasuk isu sensitif mengenai AHWA dan mekanisme pemilihan pimpinan PBNU, juga terlontar dari auidens.
Rais PWNU DIY KH. Mas’ud Masduki menyimpulkan ketegangan di NU segera diakhiri, sebaliknya saling berangkulan untuk kebaikan NU melalui khidmah secara konsisten disertai keikhlasan.
“Kita di NU sudah lama berkonflik, kemudian terjadi ishlah. Kini, saatnya bersalam-salaman,” pungkas Kiai Mas’ud disambut senyum-tawa hadirin karena kata bersalam-salaman, identik dengan nama Gus Salam.
(cip)
Lihat Juga :