Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ternyata Ini Alasannya
Selasa, 14 April 2026 - 17:50 WIB
loading...
Pemprov DKI Jakarta menggelar penangkapan ikan sapu-sapu yang merupakan ikan predator dan merusak ekosistem perairan di Kali Cideng, Gondangdia, Menteng, Jumat (10/4/2026). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal menggelar rapat khusus mengenai penanganan ikan sapu-sapu. Saat ini Pemprov DKI Jakarta menggencarkan penangkapan ikan sapu-sapu, di antaranya di Kali Cideng depan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
"Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: 5 Bahaya Mengintai dari Konsumsi Ikan Sapu-Sapu, Nomor 1 Paling Berisiko!
Penangkapan ikan sapu-sapu di depan Plaza Indonesia merupakan role model untuk penanganan di tempat lain. Maka dari itu, dalam rapat nanti, Pramono akan mengundang seluruh Wali Kota di Jakarta.
"Karena saya akan minta seluruh Wali Kota, kalau di Pulau Seribu enggak lah, semua wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa," ucap dia.
Pramono menuturkan, keberadaan ikan sapu-sapu sangat merusak ekosistem perairan. Sebab selain merusak tanggul lingkungan, sapu-sapu juga menjadi predator yang menghabiskan makanan ikan lokal.
Baca juga: Tinjau Normalisasi Kali Ciliwung, Pramono: Akan Dibangun Tanggul Sepanjang 33,69 Kilometer
"Mereka (ikan sapu-sapu) sangat kuat dan kemudian menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya. Makanannya diambil semua dan mereka merusak apa tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana," ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, depan Plaza Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Dalam operasi itu petugas berhasil menangkap 40 ekor ikan sapu-sapu
Ikan sapu-sapu yang telah ditangkap selanjutkan akan dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur untuk dimusnahkan.
Pemprov DKI Jakarta akan memperluas operasi penangkapan ikan sapu-sapu di seluruh Kali Ibu Kota. Pramono menyebut operasi yang pertama dilakukan di Kali Cideng efektif mengurangi populasi jumlah ikan. Namun ia mengaku tak semuanya ikan sapu-sapu di Kali tersebut sudah musnah.
"Jadi kemarin (di Kali Cideng) memang sudah cukup banyak (ikan sapu-sapu yang ditangkap), tapi nggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," kata Pramono.
"Memang ikan sapu-sapu ini merusak dan juga menjadi predator karena semua makanan bagi ikan yang lain dihabisin," ucap Pramono.
"Sehingga wader dan apa, ikan-ikan lain yang merupakan ikan lokal itu kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada kita," sambungnya.
Maka dari itu, ia meminta agar operasi penangkapan ikan sapu-sapu tak hanya dilakukan di Kali Cideng. Seluruh sungai yang ada ikan sapu-sapu, ia minta agar segera dilaksanakan operasi penangkapan.
"Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai apa yang di Plaza Indonesia kemarin sebagai awal," ujarnya.
Pramono menambahkan, ikan sapu-sapu merupakan ikan yang migrasi yang asalnya dari Amerika Selatan. Ikan tersebut memiliki daya tahan tubuh luar biasa dan bisa hidup dengan memakan apapun.
"Karena dia bisa makan apa saja tentunya juga berbahaya, bahayanya dagingnya pasti mengandung kontaminasi dengan zat-zat sesuatu yang berbahaya," tuturnya.
Alhasil, kata dia, daging ikan tersebut bisa mengandung zat-zat kontaminasi yang berbahaya bila dimakan. Terlebih, ikan tersebut bisa memakan telur ikan lainnya dan bisa merusak habitat ikan lainnya yang ada di sungai.
"Maka, saya termasuk menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu karena kalau dibiarkan ikan-ikan yang lain hilang, (seperti ikan) wader dan sebagainya, pasti akan hilang," paparnya.
Maka itu, dia pun setuju dengan upaya pengurangan populasi ikan sapu-sapu yang ada di sungai kawasan Jakarta. "Apa yang dilakukan PPSU dan Wali Kota Jakarta Pusat kemarin, Pemprov Jakarta memberikan apresiasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu ini menindaklanjuti aspirasi warga. Sedikitnya ada 41 ekor ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.
"Ada 41 ekor ditangkap. Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di Kali Ciliwung," ujarnya.
Ia mengungkapkan, penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng dilakukan dengan cara yang baik, manusiawi, dan tidak menyakiti, namun tetap dapat mengendalikan secara tuntas.
"Hasilnya 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil ditangkap," ungkapnya.
Ia menjelaskan, puluhan ikan yang berhasil ditangkap di Kali Cideng dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) Dinas KPKP DKI Jakarta untuk dimusnahkan dengan cara dikubur, karena daya tahan ikan ini sangat tinggi dan mampu bertahan hidup dalam waktu lama meski tanpa air.
"Kami berharap pasca penangkapan ikan sapu-sapu di aliran Kali Cideng, kondisinya lebih sehat karena ikan invasif ini mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menuturkan bahwa penangkapan dan pemusnahan ikan ini bertujuan mengedukasi warga agar tidak mengkonsumsi ikan yang mengandung bakteri dari limbah yang dibuang ke dalam saluran.
"Sisa limbah yang dibuang ke Kali Cideng menjadi santapan ikan sapu-sapu sehingga jika warga mengkonsumsi ikan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan tubuh. Kami akan melakukan penangkapan serupa di kali atau sungai yang banyak berkembang biak," tandasnya.
"Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: 5 Bahaya Mengintai dari Konsumsi Ikan Sapu-Sapu, Nomor 1 Paling Berisiko!
Penangkapan ikan sapu-sapu di depan Plaza Indonesia merupakan role model untuk penanganan di tempat lain. Maka dari itu, dalam rapat nanti, Pramono akan mengundang seluruh Wali Kota di Jakarta.
"Karena saya akan minta seluruh Wali Kota, kalau di Pulau Seribu enggak lah, semua wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa," ucap dia.
Pramono menuturkan, keberadaan ikan sapu-sapu sangat merusak ekosistem perairan. Sebab selain merusak tanggul lingkungan, sapu-sapu juga menjadi predator yang menghabiskan makanan ikan lokal.
Baca juga: Tinjau Normalisasi Kali Ciliwung, Pramono: Akan Dibangun Tanggul Sepanjang 33,69 Kilometer
"Mereka (ikan sapu-sapu) sangat kuat dan kemudian menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya. Makanannya diambil semua dan mereka merusak apa tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana," ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, depan Plaza Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Dalam operasi itu petugas berhasil menangkap 40 ekor ikan sapu-sapu
Ikan sapu-sapu yang telah ditangkap selanjutkan akan dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur untuk dimusnahkan.
Perluas Penangkapan
Pemprov DKI Jakarta akan memperluas operasi penangkapan ikan sapu-sapu di seluruh Kali Ibu Kota. Pramono menyebut operasi yang pertama dilakukan di Kali Cideng efektif mengurangi populasi jumlah ikan. Namun ia mengaku tak semuanya ikan sapu-sapu di Kali tersebut sudah musnah.
"Jadi kemarin (di Kali Cideng) memang sudah cukup banyak (ikan sapu-sapu yang ditangkap), tapi nggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," kata Pramono.
"Memang ikan sapu-sapu ini merusak dan juga menjadi predator karena semua makanan bagi ikan yang lain dihabisin," ucap Pramono.
"Sehingga wader dan apa, ikan-ikan lain yang merupakan ikan lokal itu kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada kita," sambungnya.
Maka dari itu, ia meminta agar operasi penangkapan ikan sapu-sapu tak hanya dilakukan di Kali Cideng. Seluruh sungai yang ada ikan sapu-sapu, ia minta agar segera dilaksanakan operasi penangkapan.
"Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai apa yang di Plaza Indonesia kemarin sebagai awal," ujarnya.
Pramono menambahkan, ikan sapu-sapu merupakan ikan yang migrasi yang asalnya dari Amerika Selatan. Ikan tersebut memiliki daya tahan tubuh luar biasa dan bisa hidup dengan memakan apapun.
"Karena dia bisa makan apa saja tentunya juga berbahaya, bahayanya dagingnya pasti mengandung kontaminasi dengan zat-zat sesuatu yang berbahaya," tuturnya.
Alhasil, kata dia, daging ikan tersebut bisa mengandung zat-zat kontaminasi yang berbahaya bila dimakan. Terlebih, ikan tersebut bisa memakan telur ikan lainnya dan bisa merusak habitat ikan lainnya yang ada di sungai.
"Maka, saya termasuk menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu karena kalau dibiarkan ikan-ikan yang lain hilang, (seperti ikan) wader dan sebagainya, pasti akan hilang," paparnya.
Maka itu, dia pun setuju dengan upaya pengurangan populasi ikan sapu-sapu yang ada di sungai kawasan Jakarta. "Apa yang dilakukan PPSU dan Wali Kota Jakarta Pusat kemarin, Pemprov Jakarta memberikan apresiasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu ini menindaklanjuti aspirasi warga. Sedikitnya ada 41 ekor ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.
"Ada 41 ekor ditangkap. Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di Kali Ciliwung," ujarnya.
Ia mengungkapkan, penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng dilakukan dengan cara yang baik, manusiawi, dan tidak menyakiti, namun tetap dapat mengendalikan secara tuntas.
"Hasilnya 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil ditangkap," ungkapnya.
Ia menjelaskan, puluhan ikan yang berhasil ditangkap di Kali Cideng dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) Dinas KPKP DKI Jakarta untuk dimusnahkan dengan cara dikubur, karena daya tahan ikan ini sangat tinggi dan mampu bertahan hidup dalam waktu lama meski tanpa air.
"Kami berharap pasca penangkapan ikan sapu-sapu di aliran Kali Cideng, kondisinya lebih sehat karena ikan invasif ini mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menuturkan bahwa penangkapan dan pemusnahan ikan ini bertujuan mengedukasi warga agar tidak mengkonsumsi ikan yang mengandung bakteri dari limbah yang dibuang ke dalam saluran.
"Sisa limbah yang dibuang ke Kali Cideng menjadi santapan ikan sapu-sapu sehingga jika warga mengkonsumsi ikan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan tubuh. Kami akan melakukan penangkapan serupa di kali atau sungai yang banyak berkembang biak," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :