Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ternyata Ini Alasannya
Selasa, 14 April 2026 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Maka itu, dia pun setuju dengan upaya pengurangan populasi ikan sapu-sapu yang ada di sungai kawasan Jakarta. "Apa yang dilakukan PPSU dan Wali Kota Jakarta Pusat kemarin, Pemprov Jakarta memberikan apresiasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu ini menindaklanjuti aspirasi warga. Sedikitnya ada 41 ekor ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.
"Ada 41 ekor ditangkap. Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di Kali Ciliwung," ujarnya.
Ia mengungkapkan, penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng dilakukan dengan cara yang baik, manusiawi, dan tidak menyakiti, namun tetap dapat mengendalikan secara tuntas.
"Hasilnya 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil ditangkap," ungkapnya.
Ia menjelaskan, puluhan ikan yang berhasil ditangkap di Kali Cideng dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) Dinas KPKP DKI Jakarta untuk dimusnahkan dengan cara dikubur, karena daya tahan ikan ini sangat tinggi dan mampu bertahan hidup dalam waktu lama meski tanpa air.
"Kami berharap pasca penangkapan ikan sapu-sapu di aliran Kali Cideng, kondisinya lebih sehat karena ikan invasif ini mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menuturkan bahwa penangkapan dan pemusnahan ikan ini bertujuan mengedukasi warga agar tidak mengkonsumsi ikan yang mengandung bakteri dari limbah yang dibuang ke dalam saluran.
"Sisa limbah yang dibuang ke Kali Cideng menjadi santapan ikan sapu-sapu sehingga jika warga mengkonsumsi ikan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan tubuh. Kami akan melakukan penangkapan serupa di kali atau sungai yang banyak berkembang biak," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu ini menindaklanjuti aspirasi warga. Sedikitnya ada 41 ekor ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.
"Ada 41 ekor ditangkap. Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di Kali Ciliwung," ujarnya.
Ia mengungkapkan, penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng dilakukan dengan cara yang baik, manusiawi, dan tidak menyakiti, namun tetap dapat mengendalikan secara tuntas.
"Hasilnya 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil ditangkap," ungkapnya.
Ia menjelaskan, puluhan ikan yang berhasil ditangkap di Kali Cideng dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) Dinas KPKP DKI Jakarta untuk dimusnahkan dengan cara dikubur, karena daya tahan ikan ini sangat tinggi dan mampu bertahan hidup dalam waktu lama meski tanpa air.
"Kami berharap pasca penangkapan ikan sapu-sapu di aliran Kali Cideng, kondisinya lebih sehat karena ikan invasif ini mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menuturkan bahwa penangkapan dan pemusnahan ikan ini bertujuan mengedukasi warga agar tidak mengkonsumsi ikan yang mengandung bakteri dari limbah yang dibuang ke dalam saluran.
"Sisa limbah yang dibuang ke Kali Cideng menjadi santapan ikan sapu-sapu sehingga jika warga mengkonsumsi ikan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan tubuh. Kami akan melakukan penangkapan serupa di kali atau sungai yang banyak berkembang biak," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :