Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ternyata Ini Alasannya
Selasa, 14 April 2026 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Ikan sapu-sapu yang telah ditangkap selanjutkan akan dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur untuk dimusnahkan.
Pemprov DKI Jakarta akan memperluas operasi penangkapan ikan sapu-sapu di seluruh Kali Ibu Kota. Pramono menyebut operasi yang pertama dilakukan di Kali Cideng efektif mengurangi populasi jumlah ikan. Namun ia mengaku tak semuanya ikan sapu-sapu di Kali tersebut sudah musnah.
"Jadi kemarin (di Kali Cideng) memang sudah cukup banyak (ikan sapu-sapu yang ditangkap), tapi nggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," kata Pramono.
"Memang ikan sapu-sapu ini merusak dan juga menjadi predator karena semua makanan bagi ikan yang lain dihabisin," ucap Pramono.
"Sehingga wader dan apa, ikan-ikan lain yang merupakan ikan lokal itu kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada kita," sambungnya.
Maka dari itu, ia meminta agar operasi penangkapan ikan sapu-sapu tak hanya dilakukan di Kali Cideng. Seluruh sungai yang ada ikan sapu-sapu, ia minta agar segera dilaksanakan operasi penangkapan.
"Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai apa yang di Plaza Indonesia kemarin sebagai awal," ujarnya.
Pramono menambahkan, ikan sapu-sapu merupakan ikan yang migrasi yang asalnya dari Amerika Selatan. Ikan tersebut memiliki daya tahan tubuh luar biasa dan bisa hidup dengan memakan apapun.
"Karena dia bisa makan apa saja tentunya juga berbahaya, bahayanya dagingnya pasti mengandung kontaminasi dengan zat-zat sesuatu yang berbahaya," tuturnya.
Alhasil, kata dia, daging ikan tersebut bisa mengandung zat-zat kontaminasi yang berbahaya bila dimakan. Terlebih, ikan tersebut bisa memakan telur ikan lainnya dan bisa merusak habitat ikan lainnya yang ada di sungai.
"Maka, saya termasuk menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu karena kalau dibiarkan ikan-ikan yang lain hilang, (seperti ikan) wader dan sebagainya, pasti akan hilang," paparnya.
Perluas Penangkapan
Pemprov DKI Jakarta akan memperluas operasi penangkapan ikan sapu-sapu di seluruh Kali Ibu Kota. Pramono menyebut operasi yang pertama dilakukan di Kali Cideng efektif mengurangi populasi jumlah ikan. Namun ia mengaku tak semuanya ikan sapu-sapu di Kali tersebut sudah musnah.
"Jadi kemarin (di Kali Cideng) memang sudah cukup banyak (ikan sapu-sapu yang ditangkap), tapi nggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," kata Pramono.
"Memang ikan sapu-sapu ini merusak dan juga menjadi predator karena semua makanan bagi ikan yang lain dihabisin," ucap Pramono.
"Sehingga wader dan apa, ikan-ikan lain yang merupakan ikan lokal itu kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada kita," sambungnya.
Maka dari itu, ia meminta agar operasi penangkapan ikan sapu-sapu tak hanya dilakukan di Kali Cideng. Seluruh sungai yang ada ikan sapu-sapu, ia minta agar segera dilaksanakan operasi penangkapan.
"Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai apa yang di Plaza Indonesia kemarin sebagai awal," ujarnya.
Pramono menambahkan, ikan sapu-sapu merupakan ikan yang migrasi yang asalnya dari Amerika Selatan. Ikan tersebut memiliki daya tahan tubuh luar biasa dan bisa hidup dengan memakan apapun.
"Karena dia bisa makan apa saja tentunya juga berbahaya, bahayanya dagingnya pasti mengandung kontaminasi dengan zat-zat sesuatu yang berbahaya," tuturnya.
Alhasil, kata dia, daging ikan tersebut bisa mengandung zat-zat kontaminasi yang berbahaya bila dimakan. Terlebih, ikan tersebut bisa memakan telur ikan lainnya dan bisa merusak habitat ikan lainnya yang ada di sungai.
"Maka, saya termasuk menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu karena kalau dibiarkan ikan-ikan yang lain hilang, (seperti ikan) wader dan sebagainya, pasti akan hilang," paparnya.
Lihat Juga :