Pemkab Bogor Ajak Warga Dukung Pembangunan Puncak 2 untuk Atasi Kemacetan
Senin, 13 April 2026 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, harapan terhadap pembangunan jalan ini juga datang dari warga yang merasakan langsung dampak kemacetan. Bagi mereka, akses alternatif bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi kebutuhan sehari-hari.
Lihat video: Tanah Longsor dan Retakan Jalan Rusak Akses Utama Puncak 2
Eko menekankan pembangunan ini diharapkan segera terealisasi, bukan sekadar wacana. Selain membantu mengurai kepadatan di ruas Jalan Siliwangi–MH Thamrin Sentul City, jalan ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa sekitar. “Ini untuk memudahkan masyarakat, mempercepat akses untuk kepentingan umum, sekaligus mengurangi kemacetan,” jelasnya.
Eko mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pembangunan yang bertujuan bagi kepentingan luas.
Respons masyarakat sendiri beragam. Sejumlah warga Cluster Venesia sempat menyampaikan keberatan karena menganggap lahan yang digunakan merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun di sisi lain, dukungan justru mengalir dari banyak warga, termasuk dari wilayah sekitar seperti Sumur Batu dan Babakan Madang.
Ketua RT Cluster Venesia, Tata Djuarsa, menggambarkan bagaimana kondisi lalu lintas saat akhir pekan menjadi pertimbangan utama. Ia menyebut mayoritas warga menyambut baik rencana pembangunan jalan tersebut.
“Kami sebagian besar menyambut baik pembangunan jalan ini. Mobilitas semakin tinggi, apalagi saat weekend jalan MH Thamrin macet. Ini jelas membantu warga,” ujarnya.
Senada Debby, warga lainnya, yang melihat proyek ini sebagai langkah maju. “Ada kemajuan, apalagi ini sudah melalui perizinan dan kajian pemerintah. Bagi warga, ini jelas untuk mengatasi kemacetan, jadi sangat positif,” ungkapnya.
Lihat video: Tanah Longsor dan Retakan Jalan Rusak Akses Utama Puncak 2
Eko menekankan pembangunan ini diharapkan segera terealisasi, bukan sekadar wacana. Selain membantu mengurai kepadatan di ruas Jalan Siliwangi–MH Thamrin Sentul City, jalan ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa sekitar. “Ini untuk memudahkan masyarakat, mempercepat akses untuk kepentingan umum, sekaligus mengurangi kemacetan,” jelasnya.
Eko mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pembangunan yang bertujuan bagi kepentingan luas.
Respons masyarakat sendiri beragam. Sejumlah warga Cluster Venesia sempat menyampaikan keberatan karena menganggap lahan yang digunakan merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun di sisi lain, dukungan justru mengalir dari banyak warga, termasuk dari wilayah sekitar seperti Sumur Batu dan Babakan Madang.
Ketua RT Cluster Venesia, Tata Djuarsa, menggambarkan bagaimana kondisi lalu lintas saat akhir pekan menjadi pertimbangan utama. Ia menyebut mayoritas warga menyambut baik rencana pembangunan jalan tersebut.
“Kami sebagian besar menyambut baik pembangunan jalan ini. Mobilitas semakin tinggi, apalagi saat weekend jalan MH Thamrin macet. Ini jelas membantu warga,” ujarnya.
Senada Debby, warga lainnya, yang melihat proyek ini sebagai langkah maju. “Ada kemajuan, apalagi ini sudah melalui perizinan dan kajian pemerintah. Bagi warga, ini jelas untuk mengatasi kemacetan, jadi sangat positif,” ungkapnya.
Lihat Juga :