Keren! Usai Gerbang Pintar, RT 11 Gandaria Utara Pasang GPS Lawan Curanmor
Senin, 13 April 2026 - 15:53 WIB
loading...
Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara Iptu Imam Basori meluncurkan GPS (Global Position System) kepada warga sebagai upaya pencegahan kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Inovasi keamanan lingkungan kembali lahir dari tingkat warga. Setelah sukses dengan program Gerbang Pintar e-Gate 11, kini warga RT 11 Gandaria Utara meluncurkan langkah lanjutan berupa pemberian GPS (Global Position System) kepada warga sebagai upaya pencegahan kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Menurut Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara Iptu Imam Basori, program ini merupakan pengembangan dari Gerbang Pintar e-Gate 11 (akses card) yang sebelumnya membantu masyarakat dalam mencegah aksi kejahatan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dalam program terbaru ini, warga akan menerima alat GPS secara bertahap dengan skema pembagian dua unit setiap bulan secara bergiliran per kepala keluarga (KK).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan terhadap kasus curanmor yang kerap menjadi ancaman di lingkungan perkotaan.
Baca juga: Tips Memasang GPS Mobil dengan Benar
“Setelah cluster luar yakni keamanan gerbang e-Gate 11, kami selanjutnya memaksimalkan ke cluster rumah yakni sistem keamanan kepada motor kendaraan warga. Kita gunakan dana operasional RT sebesar Rp2,5 juta untuk alokasi alat GPS. Harga GPS ini juga murah senilai Rp300.000-Rp400.000, tapi bisa bermanfaat," kata Imam saat memberikan sambutan Halalbihalal warga RT 11, Sabtu (11/4/2026).
Ibas, sapaan akrab Imam Basori, menuturkan beberapa inovasi tersebut (e-Gate 11 dan GPS 11) bisa menjadi inspirasi warga lain akan peduli pada sistem keamanan di lingkungannya.
"Semoga inovasi ini memberikan dampak positif serta manfaat nyata bagi seluruh warga, khususnya dalam menjaga keamanan lingkungan. Kembali lagi, dana operasional ini tujuannya adalah dari warga, oleh warga, dan untuk warga," ucapnya.
Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma mengapresiasi langkah tersebut. Program ini bukan hanya memberikan rasa aman bagi warga, tetapi juga sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kalau sudah terlindungi, warga jadi nyaman dan tenang. Ini juga membantu tugas kami di lapangan,” ujarnya.
Program ini bersifat berkelanjutan dan bertahap, sehingga ke depan diharapkan semakin banyak warga yang terlindungi dengan sistem keamanan berbasis teknologi. Selain itu, penggunaan GPS dinilai efektif tidak hanya pada malam hari, tetapi juga untuk mencegah kejahatan di siang hari yang kerap luput dari perhatian.
Ketua RW 07 Gandaria Utara Sudarwo menyampaikan rasa bangga atas kekompakan dan partisipasi warga RT 11 yang dinilai menjadi contoh bagi lingkungan lainnya. “RT 11 kini menjadi yang terdepan dalam kegiatan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ungkapnya.
Dia juga mengajak seluruh warga terus menjaga semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan aparat mampu menciptakan sistem keamanan yang lebih kuat, bahkan dari level lingkungan terkecil.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, RT 11 juga memperkuat ketahanan pangan mandiri. Pada kesempatan yang sama, warga menggelar kegiatan Makan Bareng Bergizi dengan menyajikan hasil budidaya sendiri berupa ikan lele dan nila.
Menurut Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara Iptu Imam Basori, program ini merupakan pengembangan dari Gerbang Pintar e-Gate 11 (akses card) yang sebelumnya membantu masyarakat dalam mencegah aksi kejahatan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dalam program terbaru ini, warga akan menerima alat GPS secara bertahap dengan skema pembagian dua unit setiap bulan secara bergiliran per kepala keluarga (KK).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan terhadap kasus curanmor yang kerap menjadi ancaman di lingkungan perkotaan.
Baca juga: Tips Memasang GPS Mobil dengan Benar
“Setelah cluster luar yakni keamanan gerbang e-Gate 11, kami selanjutnya memaksimalkan ke cluster rumah yakni sistem keamanan kepada motor kendaraan warga. Kita gunakan dana operasional RT sebesar Rp2,5 juta untuk alokasi alat GPS. Harga GPS ini juga murah senilai Rp300.000-Rp400.000, tapi bisa bermanfaat," kata Imam saat memberikan sambutan Halalbihalal warga RT 11, Sabtu (11/4/2026).
Ibas, sapaan akrab Imam Basori, menuturkan beberapa inovasi tersebut (e-Gate 11 dan GPS 11) bisa menjadi inspirasi warga lain akan peduli pada sistem keamanan di lingkungannya.
"Semoga inovasi ini memberikan dampak positif serta manfaat nyata bagi seluruh warga, khususnya dalam menjaga keamanan lingkungan. Kembali lagi, dana operasional ini tujuannya adalah dari warga, oleh warga, dan untuk warga," ucapnya.
Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma mengapresiasi langkah tersebut. Program ini bukan hanya memberikan rasa aman bagi warga, tetapi juga sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kalau sudah terlindungi, warga jadi nyaman dan tenang. Ini juga membantu tugas kami di lapangan,” ujarnya.
Program ini bersifat berkelanjutan dan bertahap, sehingga ke depan diharapkan semakin banyak warga yang terlindungi dengan sistem keamanan berbasis teknologi. Selain itu, penggunaan GPS dinilai efektif tidak hanya pada malam hari, tetapi juga untuk mencegah kejahatan di siang hari yang kerap luput dari perhatian.
Ketua RW 07 Gandaria Utara Sudarwo menyampaikan rasa bangga atas kekompakan dan partisipasi warga RT 11 yang dinilai menjadi contoh bagi lingkungan lainnya. “RT 11 kini menjadi yang terdepan dalam kegiatan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ungkapnya.
Dia juga mengajak seluruh warga terus menjaga semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan aparat mampu menciptakan sistem keamanan yang lebih kuat, bahkan dari level lingkungan terkecil.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, RT 11 juga memperkuat ketahanan pangan mandiri. Pada kesempatan yang sama, warga menggelar kegiatan Makan Bareng Bergizi dengan menyajikan hasil budidaya sendiri berupa ikan lele dan nila.
(jon)
Lihat Juga :