Perkembangan Kasus Keracunan Makanan di Jaktim, Sebagian Besar Siswa Dipulangkan dari Rumah Sakit

Senin, 06 April 2026 - 10:33 WIB
loading...
Perkembangan Kasus Keracunan...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan perkembangan terbaru kasus dugaan keracunan makanan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Mayoritas siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di RS telah dipulangkan. Foto/Danandaya
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan perkembangan terbaru kasus dugaan keracunan makanan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur . Ia menyebut mayoritas siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit telah dipulangkan.

"Yang pertama, hampir semua siswa itu sudah dipulangkan ya, hampir semua, sebagian besar. Tapi pagi ini saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan maupun Kepala Dinas Pendidikan," kata Pramono di Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Pramono pada Sabtu lalu menjenguk siswa korban keracunan makanan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur. Ia menyebut terdapat 72 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Pramono Jenguk Siswa Keracunan yang Dirawat di RSKD Duren Sawit

"Tapi dari jumlah tujuh puluh dua siswa yang pada waktu hari Sabtu saya juga ikut melihat secara langsung di Rumah Sakit Duren Sawit, sekarang ini hampir semuanya sudah sehat kembali," kata dia.

Terkait uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, Pramono menyebut hal itu merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun bedasarkan hasil dialognya dengan korban, para siswa diduga keracunan hidangan spageti.

"Mengenai potensi dari apa yang menyebabkan keracunan, tentunya ini kewenangan MBG. Tetapi semua anak pada waktu itu ketika berdialog dengan saya mereka mengatakan bahwa kemungkinan besar ini dari spaghetti," kata dia.

Diketahui, siswa yang terdampak berasal dari empat sekolah yang ada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Keempat sekolah tersebut yakni, SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.

Pramono menyatakan, biaya para korban ini akan ditanggung BPJS bagi yang terdaftar. Sedangkan yang tidak terdaftar, BGN menyatakan akan bertanggung jawab untuk biaya rumah sakit.

Terpisah, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menonjol insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait. Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).



BGN, lanjut Nanik, juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut. "Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegasnya.

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4/2026), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4/2026) sore pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual seusai mengonsumsi makanan.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Total sebanyak 60 orang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Menurutnya, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan. BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Cerita Pramono Diledek...
Cerita Pramono Diledek Istri setelah Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
Pramono Bakal Nobar...
Pramono Bakal Nobar Final Piala Dunia di JIS, Jagokan Messi Angkat Trofi
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Pramono Anung Resmikan...
Pramono Anung Resmikan Mayapada Hospital Jakarta Timur, Fokus Layani Ibu dan Anak
Rekomendasi
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved