Jaga Ketahanan Pangan, UGM-Ewindo Kembangkan Bank Sayuran
Rabu, 01 April 2026 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Direktur Ewindo Glenn Pardede menekankan bahwa investasi pada benih merupakan investasi jangka panjang bagi sistem pangan Indonesia. Sistem pangan nasional sangat bergantung pada kualitas benih yang dimiliki.
“Indonesia memiliki kekayaan genetik tanaman yang luar biasa, namun tanpa upaya konservasi yang sistematis, kekayaan ini bisa hilang. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memastikan bahwa sumber daya genetik tersebut tidak hanya terlindungi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Glenn menjelaskan pendekatan 3C (collect, conserve, convey ) menjadi dasar dalam pengelolaan Bank Genetik. Tahapan collect dilakukan melalui eksplorasi dan pengumpulan benih lokal dari berbagai daerah. Selanjutnya, conserve memastikan benih disimpan, diperbanyak, dan dievaluasi agar tetap hidup dan tidak punah. Sementara convey bertujuan memperluas pemanfaatan benih bagi riset, pemuliaan, hingga pengembangan produk pertanian.
“Dengan pendekatan ini, Bank Genetik tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga secara aktif menciptakan solusi untuk masa depan sistem pangan Indonesia,” ungkap Glenn.
Melalui sinergi antara dunia akademik dan industri, Bank Genetik Sayuran diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberagaman hayati Indonesia sekaligus memastikan ketersediaan benih unggul yang berkelanjutan.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di masa depan, sekaligus wujud kontribusi lebih dari benih Ewindo untuk terus membersamai kehidupan.
“Indonesia memiliki kekayaan genetik tanaman yang luar biasa, namun tanpa upaya konservasi yang sistematis, kekayaan ini bisa hilang. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memastikan bahwa sumber daya genetik tersebut tidak hanya terlindungi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Glenn menjelaskan pendekatan 3C (collect, conserve, convey ) menjadi dasar dalam pengelolaan Bank Genetik. Tahapan collect dilakukan melalui eksplorasi dan pengumpulan benih lokal dari berbagai daerah. Selanjutnya, conserve memastikan benih disimpan, diperbanyak, dan dievaluasi agar tetap hidup dan tidak punah. Sementara convey bertujuan memperluas pemanfaatan benih bagi riset, pemuliaan, hingga pengembangan produk pertanian.
“Dengan pendekatan ini, Bank Genetik tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga secara aktif menciptakan solusi untuk masa depan sistem pangan Indonesia,” ungkap Glenn.
Melalui sinergi antara dunia akademik dan industri, Bank Genetik Sayuran diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberagaman hayati Indonesia sekaligus memastikan ketersediaan benih unggul yang berkelanjutan.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di masa depan, sekaligus wujud kontribusi lebih dari benih Ewindo untuk terus membersamai kehidupan.
(shf)
Lihat Juga :