Pramono Anung: DKI Siap Berlakukan WFH Satu Hari Setiap Pekan
Senin, 30 Maret 2026 - 12:19 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapannya memberlakukan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapannya memberlakukan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan. Adapun kebijakan sedang dalam kajian pemerintah pusat dalam rangka efisiensi energi imbas konflik Timur Tengah (Timteng).
"Secara prinsip, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi arahan dan peraturan dari pemerintah pusat," kata Pramono di DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).
Pramono menyatakan penerapan WFH nantinya tidak akan dipilih setiap hari Rabu. Sebab pada Rabu Pemprov DKI telah memiliki aturan yang mewajibkan ASN naik transportasi umum.
Baca juga: Pramono Respons Usulan WFA Demi Hemat Energi: Bukan Beban atau Kesulitan bagi Pemprov DKI
"Mengenai hari, tentunya tidak hari Rabu. Kenapa, karena hari Rabu itu hari untuk transportasi umum. Yang pasti," ucap dia.
Kini pihaknya tinggal menunggu pemerintah pusat mengeluarkan aturan yang mewajibkan ASN untuk WFH setiap hari dalam seminggu. "Kalau nanti oleh pemerintah pusat sudah diputuskan, kami akan putuskan di luar hari Rabu," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah segera mengumumkan kebijakan WFH sebagai respons atas dampak konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Lihat video: Wacana WFH Seminggu Sekali, Bisa Hemat Stok BBM?
Purbaya pun menegaskan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu produktivitas, selama diterapkan secara tepat. "Enggak (ganggu produktivitas) kalau kita pilih dengan cermat," kata Purbaya kepada awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 27 Maret 2026.
Purbaya mencontohkan penerapan WFH pada hari Jumat sebagai opsi yang dinilai efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau kita pilih hari Jumat, itu kan hari pendek. Jadi pasti ada penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak) berapa persen," ujarnya.
"Secara prinsip, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi arahan dan peraturan dari pemerintah pusat," kata Pramono di DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).
Pramono menyatakan penerapan WFH nantinya tidak akan dipilih setiap hari Rabu. Sebab pada Rabu Pemprov DKI telah memiliki aturan yang mewajibkan ASN naik transportasi umum.
Baca juga: Pramono Respons Usulan WFA Demi Hemat Energi: Bukan Beban atau Kesulitan bagi Pemprov DKI
"Mengenai hari, tentunya tidak hari Rabu. Kenapa, karena hari Rabu itu hari untuk transportasi umum. Yang pasti," ucap dia.
Kini pihaknya tinggal menunggu pemerintah pusat mengeluarkan aturan yang mewajibkan ASN untuk WFH setiap hari dalam seminggu. "Kalau nanti oleh pemerintah pusat sudah diputuskan, kami akan putuskan di luar hari Rabu," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah segera mengumumkan kebijakan WFH sebagai respons atas dampak konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Lihat video: Wacana WFH Seminggu Sekali, Bisa Hemat Stok BBM?
Purbaya pun menegaskan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu produktivitas, selama diterapkan secara tepat. "Enggak (ganggu produktivitas) kalau kita pilih dengan cermat," kata Purbaya kepada awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 27 Maret 2026.
Purbaya mencontohkan penerapan WFH pada hari Jumat sebagai opsi yang dinilai efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau kita pilih hari Jumat, itu kan hari pendek. Jadi pasti ada penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak) berapa persen," ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :