Bos HS Berangkatkan 150 Karyawan Umrah, Bersyukur Selamat dari Kecelakaan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:41 WIB
loading...
Bos HS Berangkatkan...
Muhammad Suryo mengunjungi pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, Jumat (27/3/2026). Tahun ini dia memberangkatkan 150 karyawannya umrah ke Tanah Suci. Foto/Dok. SindoNews
A A A
MAGELANG - Bos rokok HS, Muhammad Suryo akan memberangkatkan 150 karyawan beribadah umrah ke Tanah Suci tahun ini. Hadiah umrah itu diberikan Suryo sebagai wujud syukur karena ia selamat dari musibah kecelakaan yang menimpanya.

Diketahui, Muhammad Suryo mengalami kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo, DIY, Minggu (1/3/2026). Dalam peristiwa itu, Suryo sempat kritis dan dirawat intensif di rumah sakit, sementara istrinya, Anis Syarifah meninggal dunia. Baca juga: Alami Kecelakaan, Bos Rokok HS Berikan Beasiswa bagi Korban hingga Kuliah

"Ini bentuk syukur saya dan rasa terimakasih atas doa dan dukungan dari panjenengan semua. Kalian adalah penyemangat dan yang membuat saya tegar menghadapi cobaan ini. Saya minta terus doakan istri saya semoga husnul khatimah," kata Suryo sambil terisak ketika mengunjungi pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, Jumat (27/3/2026).

Program memberangkatkan karyawan umrah ini sudah dilakukan Suryo tiap tahun. Namun kali ini jumlah karyawan yang diberangkatkan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Suryo juga memberikan fasilitas berupa tempat tinggal khusus atau mess untuk karyawan disabilitas yang bekerja di perusahaannya. Sebab, banyak karyawan disabilitas yang berasal dari luar Jogja dan Magelang. Saat ini sudah ada 21 karyawan disabilitas yang bekerja di pabrik rokok HS.

Suryo menegaskan, akan terus menerima karyawan disabilitas di pabriknya tanpa persyaratan apapun. "Untuk kawan-kawan disabilitas yang sudah bekerja, akan kami buatkan mess khusus di sini. Kami juga akan terus menerima karyawan disabilitas dari manapun dan berapapun jumlahnya. Ayo kawan-kawan disabilitas di seluruh Indonesia, bergabung bersama kami. Semua bisa bekerja di sini tanpa ada syarat apapun," tandasnya.

Kabar ini tentu saja membuat bahagia ribuan karyawan HS. Namun yang lebih membahagiakan mereka adalah, bisa melihat Suryo kembali sehat dan berhasil selamat dari musibah tragis itu.

Hal itu terlihat saat ribuan karyawan menyambut kehadiran Suryo. Mereka nampak bahagia sekaligus terharu. Nampak sejumlah karyawan yang didominasi ibu-ibu itu menangis dan tak henti bersyukur karena Suryo kembali pulih.

"Saat dengar pak Suryo kecelakaan, kami semua langsung khawatir. Apalagi mendengar bu Anis sampai meninggal dan kondisi pak Suryo kritis. Kami cuma bisa nangis dan lemas. Alhamdulilah hari ini pak Suryo sudah sehat dan kembali bisa bersama kami," ujar Sundari (63), salah satu karyawan.

Sundari tak henti-hentinya merasa bersyukur. Sebab, Suryo telah banyak membantu masyarakat termasuk mereka yang kini bekerja di pabrik rokok itu. "Semoga pak Suryo selalu sehat. Pak Suryo orang baik, beliau sangat mementingkan kesejahteraan kami," imbuh Sundari yang pernah diberangkatkan umrah oleh Suryo itu sambil menangis. Baca juga: Jangan Panik! Ini 5 Langkah Krusial Jemaah Umrah Hadapi Delay di Bandara Jeddah

Hal senada disampaikan Tika (35), karyawan disabilitas asal Temanggung. Tika bersama puluhan karyawan disabilitas yang bekerja di HS begitu bersyukur, Suryo kembali sehat dan bisa beraktivitas. "Jasa Pak Suryo begitu besar. Karena beliau, kami teman-teman disabilitas bisa mendapat kesempatan bekerja di sini," ucapnya.

Saat ini ada 21 karyawan disabilitas yang bekerja di pabrik rokok HS. Mereka berharap, ke depan akan semakin banyak kawan disabilitas yang bisa bergabung dengan HS. "Semoga HS semakin jaya sehingga semakin banyak kawan-kawan disabilitas yang diterima bekerja. Maturnuwun atas kesempatan dan segala fasilitas berupa mess yang diberikan pada kami," ucap Tenyria Swastika (35), penyandang disabilitas lainnya asal Magelang.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Polda Metro Tetapkan...
Polda Metro Tetapkan Bos Travel Hanania Jadi Tersangka Kasus Penipuan Jemaah Umrah
Gandeng Pengusaha Lokal,...
Gandeng Pengusaha Lokal, Hive Five Segera Ekspansi ke Bangka Belitung
Pengusaha Ini Bagikan...
Pengusaha Ini Bagikan Filosofi Kepemimpinan dalam Bukunya Keduanya
Tinjau Kecelakaan di...
Tinjau Kecelakaan di Muratara, Jasa Raharja Pastikan Penanganan Korban Berjalan Baik
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Rekomendasi
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Berita Terkini
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved