Wanita Muda Berniat Bunuh Diri Depan Istana Merdeka, Polisi: Depresi, Terlalu Banyak Permasalahan
Rabu, 25 Maret 2026 - 10:00 WIB
loading...
Seorang wanita muda berinisial JSLP (20) diamankan aparat setelah diduga hendak melakukan bunuh diri di depan pintu gerbang Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Dok Polres Jakpus
A
A
A
JAKARTA - Seorang wanita muda berinisial JSLP (20) diamankan aparat setelah diduga hendak melakukan bunuh diri di depan pintu gerbang Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Polisi mengungkapkan bahwa JSLP mengalami depresi karena memiliki terlalu banyak permasalahan.
“Motifnya sih sebenarnya, dia (korban) punya permasalahan keluarga. Satu, dia (punya) permasalahan keluarga besarnya dia, maksudnya orang tuanya gitu. Terus yang kedua, permasalahan internya dia, pribadi dia,” kata Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
“Jadi memang terlalu banyak permasalahan sehingga dia depresi,” sambung dia.
Baca juga: Kemhan dan TNI Efisiensi BBM Antisipasi Geopolitik Global
Dia menjelaskan, korban tengah melakukan perawatan kejiwaan di RSCM. Hal itu, kata dia, terbukti dari adanya catatan rekam medis dari JSLP.
“Kita bisa bilang begitu karena memang pada saat anggota saya bawa ke Polres, terus kita cek semua tas-tasnya ternyata dia membawa kontrol. Kontrol pasien. Iya, (buku) rekam medis kejiwaan gitu,” ujar dia.
Rita pun menambahkan, saat ini korban tengah menjalani perawatan di RSCM dan dipantau oleh pihak kedokteran. Sebelumnya, Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia membenarkan adanya percobaan bunuh diri yang dilakukan JSLP pada Minggu (22/3/2026) pukul 23.35 WIB malam.
Dia menjelaskan, kejadian berawal ketika salah satu anggota Paspampres Pratu Rival yang tengah berjaga dari dalam Istana menaruh curiga terhadap JSLP.
“Setelah diperhatikan ada kecurigaan anggota yg sedang berjaga terhadap perempuan tersebut, selanjutnya mendatangi perempuan tersebut dengan tas sudah berada di bawah, dan sepatu sudah terlepas,” kata Rita dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Selanjutnya, Pratu Rival melaporkan peristiwa tersebut ke danposko serta anggota Brimob yang sedang berjaga di kawasan tersebut. Lalu, pukul 23:40 WIB, anggota Brimob Resimen Cikeas yakni Briptu Resda, yang berada di tenda putih A11, menerima laporan.
Posko Brimob Resimen beserta anggota kemudian mengarah ke tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya kata dia, pada pukul 00.10 WIB, dokter dari Bidokes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi kejadian.
Pihak dokter berupaya melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap JSLP. “Namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati,” ujar dia.
Dia pun menambahkan, setelah berhasil diamankan, JSLP kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Pukul 01.16 WIB, wanita tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.
Peringatan:
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa tertekan secara emosional atau mengalami gejala depresi, segera hubungi psikolog, psikiater atau layanan konseling kesehatan jiwa terdekat.
“Motifnya sih sebenarnya, dia (korban) punya permasalahan keluarga. Satu, dia (punya) permasalahan keluarga besarnya dia, maksudnya orang tuanya gitu. Terus yang kedua, permasalahan internya dia, pribadi dia,” kata Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
“Jadi memang terlalu banyak permasalahan sehingga dia depresi,” sambung dia.
Baca juga: Kemhan dan TNI Efisiensi BBM Antisipasi Geopolitik Global
Dia menjelaskan, korban tengah melakukan perawatan kejiwaan di RSCM. Hal itu, kata dia, terbukti dari adanya catatan rekam medis dari JSLP.
“Kita bisa bilang begitu karena memang pada saat anggota saya bawa ke Polres, terus kita cek semua tas-tasnya ternyata dia membawa kontrol. Kontrol pasien. Iya, (buku) rekam medis kejiwaan gitu,” ujar dia.
Rita pun menambahkan, saat ini korban tengah menjalani perawatan di RSCM dan dipantau oleh pihak kedokteran. Sebelumnya, Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia membenarkan adanya percobaan bunuh diri yang dilakukan JSLP pada Minggu (22/3/2026) pukul 23.35 WIB malam.
Dia menjelaskan, kejadian berawal ketika salah satu anggota Paspampres Pratu Rival yang tengah berjaga dari dalam Istana menaruh curiga terhadap JSLP.
“Setelah diperhatikan ada kecurigaan anggota yg sedang berjaga terhadap perempuan tersebut, selanjutnya mendatangi perempuan tersebut dengan tas sudah berada di bawah, dan sepatu sudah terlepas,” kata Rita dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Selanjutnya, Pratu Rival melaporkan peristiwa tersebut ke danposko serta anggota Brimob yang sedang berjaga di kawasan tersebut. Lalu, pukul 23:40 WIB, anggota Brimob Resimen Cikeas yakni Briptu Resda, yang berada di tenda putih A11, menerima laporan.
Posko Brimob Resimen beserta anggota kemudian mengarah ke tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya kata dia, pada pukul 00.10 WIB, dokter dari Bidokes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi kejadian.
Pihak dokter berupaya melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap JSLP. “Namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati,” ujar dia.
Dia pun menambahkan, setelah berhasil diamankan, JSLP kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Pukul 01.16 WIB, wanita tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.
Peringatan:
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa tertekan secara emosional atau mengalami gejala depresi, segera hubungi psikolog, psikiater atau layanan konseling kesehatan jiwa terdekat.
(rca)
Lihat Juga :