Jurus Dharma Jaya Tekan Harga Ayam Hidup: Gandeng Penyewa RPH Pulogadung
Jum'at, 20 Maret 2026 - 16:15 WIB
loading...
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perumda Dharma Jaya dilakukan dalam upaya menekan harga ayam hidup. Normalisasi harga ayam di tingkat hulu sebagai tindak lanjut atas temuan lapangan mendapati adanya pedagang eceran menjual ayam seharga Rp45.000 per kg, dengan pengakuan mendapatkan pasokan ayam hidup (livebird) seharga Rp32.000 per kg dari penyewa di area RPH Pulogadung.
Dengan menerbitkan surat satgas saber pelanggaran pangan nomor 13/SATGAS.SABER/03/2026. Kedua lembaga ini mensosialisasikan dan mengawasi di lapangan kepada para penyewa penampungan ayam di RPH Pulogadung.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman, menyatakan bahwa proses sosialisasi dan dialog intensif yang dilakukan bersama para mitra penyewa telah membuahkan hasil positif bagi stabilitas harga ayam di Jakarta.
Baca juga: Baru Berusia Setahun, Polda Papua Barat Daya Diapresiasi Publik
"Kami mengedepankan kolaborasi dan komunikasi dua arah. Setelah dilakukan sosialisasi dan dialog yang mendalam, terjadi penyesuaian harga yang signifikan. Harga ayam di tingkat pedagang eceran yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp45.000 per kg, kini berhasil ditekan ke kisaran Rp38.500 hingga Rp40.500 per ekor," ungkap Raditya dalam siaean persnya, Kamis (19/3/2026).
Penurunan harga ini merupakan komitmen nyata Dharma Jaya dalam mematuhi Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024. Target utama dari normalisasi ini adalah memberikan ruang bagi pedagang eceran agar dapat menjual daging ayam ras kepada masyarakat maksimal sesuai dengan edaran acuan harga.
Raditya menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan fungsi kontrol Perumda Dharma Jaya berjalan efektif terhadap para mitra penyewa lahan di RPH Pulogadung. "Kami tidak mentoleransi adanya harga yang melampaui acuan pemerintah di wilayah operasional kami. Sinergi antara BUMD dan para penyewa ini diharapkan menjadi jaminan bagi warga Jakarta bahwa stok protein hewani tersedia dengan harga yang wajar dan terkendali," pungkasnya.
Dengan hasil ini, Perumda Dharma Jaya akan terus memperketat pengawasan harian di seluruh RPH guna memastikan kepatuhan harga tetap terjaga hingga masa Idulfitri mendatang.
Dengan menerbitkan surat satgas saber pelanggaran pangan nomor 13/SATGAS.SABER/03/2026. Kedua lembaga ini mensosialisasikan dan mengawasi di lapangan kepada para penyewa penampungan ayam di RPH Pulogadung.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman, menyatakan bahwa proses sosialisasi dan dialog intensif yang dilakukan bersama para mitra penyewa telah membuahkan hasil positif bagi stabilitas harga ayam di Jakarta.
Baca juga: Baru Berusia Setahun, Polda Papua Barat Daya Diapresiasi Publik
"Kami mengedepankan kolaborasi dan komunikasi dua arah. Setelah dilakukan sosialisasi dan dialog yang mendalam, terjadi penyesuaian harga yang signifikan. Harga ayam di tingkat pedagang eceran yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp45.000 per kg, kini berhasil ditekan ke kisaran Rp38.500 hingga Rp40.500 per ekor," ungkap Raditya dalam siaean persnya, Kamis (19/3/2026).
Penurunan harga ini merupakan komitmen nyata Dharma Jaya dalam mematuhi Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024. Target utama dari normalisasi ini adalah memberikan ruang bagi pedagang eceran agar dapat menjual daging ayam ras kepada masyarakat maksimal sesuai dengan edaran acuan harga.
Raditya menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan fungsi kontrol Perumda Dharma Jaya berjalan efektif terhadap para mitra penyewa lahan di RPH Pulogadung. "Kami tidak mentoleransi adanya harga yang melampaui acuan pemerintah di wilayah operasional kami. Sinergi antara BUMD dan para penyewa ini diharapkan menjadi jaminan bagi warga Jakarta bahwa stok protein hewani tersedia dengan harga yang wajar dan terkendali," pungkasnya.
Dengan hasil ini, Perumda Dharma Jaya akan terus memperketat pengawasan harian di seluruh RPH guna memastikan kepatuhan harga tetap terjaga hingga masa Idulfitri mendatang.
(rca)
Lihat Juga :