Baru Berusia Setahun, Polda Papua Barat Daya Diapresiasi Publik
Jum'at, 20 Maret 2026 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Disimpulkan Hesruddin, secara kesuluruhan mencapai angka 57 persen. Nilai itu dianggap cukup baik mengingat Polda Papua Barat Daya baru berusia 1 tahun.
Figur pimpinan, dalam hal ini Kapolda Papua Barat Daya dianggap sangat mempengaruhi. Hanya 12 persen responden disebutkannya tidak mengenal pimpinan Polda Papua Barat Daya.
Kenyataan itu mengasumsikan masyarakat Papua Barat Daya mengapresiasi institusi Polri di wilayah mereka. Hal itu tergambar dari 77% responden menyatakan bahwa Kepemimpinan Polda Papua Barat Daya dapat meningkatkan kualitas kinerja lembaga Polri.
Seiring dengan kepercayaan tersebut, dia menyebut masyarakat Polda Papua Barat Daya juga menaruh harapan besar terhadap Polda Papua Barat Daya. Dalam survei, 28 responden berharap Kapolda Papua Barat Daya dapat meminimalisir tindak malpraktik dalam proses penyelidikan.
Selain itu 21 persen responden berharap Kapolda Papua Barat Daya mempu menghapus tindak kekerasan dan pemerasan. "Ada pula harapan punishment tegas dan berkeadilan terhadap anggota kepolisian yang melakukan tindak kriminalitas dan kejahatan sebanyak 19 persen. Sedangkan pemberantasan suap dan pungli (17%) dan peningkatan respon pelayanan pelaporan publik (13%)," ujar Hesruddin.
Survei dilakukan Etos Indonesia menyasar warga negara Indonesia di wilayah Polda Papua Barat Daya yang sudah berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dan melalui telepon.
Figur pimpinan, dalam hal ini Kapolda Papua Barat Daya dianggap sangat mempengaruhi. Hanya 12 persen responden disebutkannya tidak mengenal pimpinan Polda Papua Barat Daya.
Kenyataan itu mengasumsikan masyarakat Papua Barat Daya mengapresiasi institusi Polri di wilayah mereka. Hal itu tergambar dari 77% responden menyatakan bahwa Kepemimpinan Polda Papua Barat Daya dapat meningkatkan kualitas kinerja lembaga Polri.
Seiring dengan kepercayaan tersebut, dia menyebut masyarakat Polda Papua Barat Daya juga menaruh harapan besar terhadap Polda Papua Barat Daya. Dalam survei, 28 responden berharap Kapolda Papua Barat Daya dapat meminimalisir tindak malpraktik dalam proses penyelidikan.
Selain itu 21 persen responden berharap Kapolda Papua Barat Daya mempu menghapus tindak kekerasan dan pemerasan. "Ada pula harapan punishment tegas dan berkeadilan terhadap anggota kepolisian yang melakukan tindak kriminalitas dan kejahatan sebanyak 19 persen. Sedangkan pemberantasan suap dan pungli (17%) dan peningkatan respon pelayanan pelaporan publik (13%)," ujar Hesruddin.
Survei dilakukan Etos Indonesia menyasar warga negara Indonesia di wilayah Polda Papua Barat Daya yang sudah berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka dan melalui telepon.
Lihat Juga :