Dukung Imbauan Presiden Prabowo, Dua Daerah Ini Inisiasi Penghematan BBM untuk Masyarakat
Kamis, 19 Maret 2026 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Harga Minyak Bisa Tembus USD100 per Barel, Bahlil Sebut Masih Dalam Koridor APBN
Sementara itu, pembelian BBM menggunakan jerigen diatur melalui mekanisme khusus dan wajib disertai surat rekomendasi dari instansi terkait. Pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian jam operasional SPBU dengan penutupan sementara pada pukul 00.00 WIB sebagai bagian dari langkah pengendalian distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak berlebihan. Dengan pengaturan ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat tetap dapat mengakses BBM secara adil dan merata, serta menjaga kondisi tetap kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memastikan pasokan BBM dari Pertamina ke wilayah Singkawang berada dalam kondisi normal dan tidak mengalami kendala distribusi. Fenomena antrean panjang disinyalir terjadi akibat adanya perilaku belanja panik ataupanic buyingdi tengah masyarakat.
“Berdasarkan surat edaran hasil rapat bersama Gubernur Kalimantan Barat dan Pertamina, penyaluran BBM berjalan normal. Antrean yang terjadi saat ini dipicu oleh kepanikan masyarakat yang berlebihan atau panic buying,” katanya.
Baca Juga : 95 SPBU Modular Disiapkan di Jalur Mudik 2026, Akses BBM Bertambah
Sementara itu, pembelian BBM menggunakan jerigen diatur melalui mekanisme khusus dan wajib disertai surat rekomendasi dari instansi terkait. Pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian jam operasional SPBU dengan penutupan sementara pada pukul 00.00 WIB sebagai bagian dari langkah pengendalian distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak berlebihan. Dengan pengaturan ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat tetap dapat mengakses BBM secara adil dan merata, serta menjaga kondisi tetap kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memastikan pasokan BBM dari Pertamina ke wilayah Singkawang berada dalam kondisi normal dan tidak mengalami kendala distribusi. Fenomena antrean panjang disinyalir terjadi akibat adanya perilaku belanja panik ataupanic buyingdi tengah masyarakat.
“Berdasarkan surat edaran hasil rapat bersama Gubernur Kalimantan Barat dan Pertamina, penyaluran BBM berjalan normal. Antrean yang terjadi saat ini dipicu oleh kepanikan masyarakat yang berlebihan atau panic buying,” katanya.
Baca Juga : 95 SPBU Modular Disiapkan di Jalur Mudik 2026, Akses BBM Bertambah
Lihat Juga :