3,5 Juta Pemudik Gunakan Kereta selama Momen Lebaran 2026
Kamis, 19 Maret 2026 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 376.911 tiket atau 40,7 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat 550.025 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket KA Lokal umumnya akan terus bergerak mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.
Selama 8 hari pertama masa Angkutan Lebaran, yaitu 11-18 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani 1.331.217 pelanggan di berbagai relasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Angka tersebut menunjukkan arus mudik telah bergerak sejak awal dan terus meningkat dari hari ke hari.
Untuk 19 Maret 2026, pergerakan pelanggan diperkirakan tetap tinggi. Hingga pagi hari, terdapat 181.624 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh yang dijadwalkan bepergian, dengan tingkat okupansi sementara mencapai 111,1 persen. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.
Anne menambahkan tingkat okupansi di atas 100 persen merupakan hal yang dimungkinkan dalam operasional kereta api jarak jauh karena adanya pola perjalanan dinamis dalam satu rangkaian.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas,” ujarnya.
Selama 8 hari pertama masa Angkutan Lebaran, yaitu 11-18 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani 1.331.217 pelanggan di berbagai relasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Angka tersebut menunjukkan arus mudik telah bergerak sejak awal dan terus meningkat dari hari ke hari.
Untuk 19 Maret 2026, pergerakan pelanggan diperkirakan tetap tinggi. Hingga pagi hari, terdapat 181.624 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh yang dijadwalkan bepergian, dengan tingkat okupansi sementara mencapai 111,1 persen. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.
Anne menambahkan tingkat okupansi di atas 100 persen merupakan hal yang dimungkinkan dalam operasional kereta api jarak jauh karena adanya pola perjalanan dinamis dalam satu rangkaian.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :