Gara-gara Tersinggung, Dua Napi Asimilasi Kembali Masuk Bui
Senin, 04 Mei 2020 - 18:55 WIB
loading...
Petugas menunjukkan tersanga pelaku pengancaman dengan senjata tajam di Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (4/5/2020). Foto: IST
A
A
A
YOGYAKARTA - Duanarapidana yang baru bebas setelah mendapat program asimilasi dari Kemenkumham ini harus kembali masuk bui.
Keduanyamasing-masing BA dan AA warga Banguntapan dan Sewon, Bantul serta DA seorang warga Kraton, Yogyakarta, harus berurusan dengan pihak berwajib setelah mengancam warga Sewon, Bantul, SDR, 21 dengan senjata tajam di Balerejo, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (27/4/2020). Saat ini ketiganyaditahan di Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta.
Kapolsek Umbulharjo, Yogyakarta Kompol Ahmad Setyo Budiantoro mengatakan kasus ini berawal saat DA bercerita dengan temannya sedang mempunyai masalah. Teman DA kemudian menghububungi BA dan AA. Selanjutnya bertemu di warung makan. Setelah dari warung itu, mereka kemudian bermaksud mencari orang yang bermasalah dengan DA . DA bersama temannya mengunakan mobil, BA dan AA mengunakan sepeda motor trail.
BA dan AA saat di Jalan Kerto Yogyakarta karena motornya tidak ada lampu hampir menabrak SDR, warga Sewon, Bantul, karena kaget SDR berteriak “Hoe”. Diteriaki itu, BA dan AA tersinggung, sehingga berputar dan mengejar SDR. Ada yang mengejar, SDR masuk kampung Balerejo dan minta tolong warga. Melihat itu warga memberikan bantuan dan berbalik mengejar BA da AA.
DA yang melihat BA dan AA dikejar, turun dari mobil dengan membawa pedang. Namun karena jumlah warga banyak, DA, BA dan AA diamankan warga selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Umbulharjo.
Keduanyamasing-masing BA dan AA warga Banguntapan dan Sewon, Bantul serta DA seorang warga Kraton, Yogyakarta, harus berurusan dengan pihak berwajib setelah mengancam warga Sewon, Bantul, SDR, 21 dengan senjata tajam di Balerejo, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (27/4/2020). Saat ini ketiganyaditahan di Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta.
Kapolsek Umbulharjo, Yogyakarta Kompol Ahmad Setyo Budiantoro mengatakan kasus ini berawal saat DA bercerita dengan temannya sedang mempunyai masalah. Teman DA kemudian menghububungi BA dan AA. Selanjutnya bertemu di warung makan. Setelah dari warung itu, mereka kemudian bermaksud mencari orang yang bermasalah dengan DA . DA bersama temannya mengunakan mobil, BA dan AA mengunakan sepeda motor trail.
BA dan AA saat di Jalan Kerto Yogyakarta karena motornya tidak ada lampu hampir menabrak SDR, warga Sewon, Bantul, karena kaget SDR berteriak “Hoe”. Diteriaki itu, BA dan AA tersinggung, sehingga berputar dan mengejar SDR. Ada yang mengejar, SDR masuk kampung Balerejo dan minta tolong warga. Melihat itu warga memberikan bantuan dan berbalik mengejar BA da AA.
DA yang melihat BA dan AA dikejar, turun dari mobil dengan membawa pedang. Namun karena jumlah warga banyak, DA, BA dan AA diamankan warga selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Umbulharjo.
Lihat Juga :