Pejuang Ekraf dari Aceh hingga Papua Berkumpul di Rakernas Gekrafs 2026
Rabu, 11 Maret 2026 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Astakarya sejalan dengan visi pembangunan nasional dan mencakup delapan program strategis yakni CEFA, DIPLE, GANDI, DIGIMAP, ARTPAY, YOUTHEM, RECHUB, dan GLOBE.
Delapan program ini dirumuskan untuk memperluas akses pendanaan bagi pelaku ekonomi kreatif, memperkuat ekosistem legal dan perlindungan kekayaan intelektual, meningkatkan literasi digital, memperjuangkan standar honor pekerja kreatif, membuka ruang bagi talenta muda, memperkuat creative hub di berbagai daerah, serta mendorong ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global.
Dalam kesempatan sama, Gekrafs juga menyerahkan hasil Rakernas berupa sejumlah rekomendasi strategis kepada Kementerian Ekonomi Kreatif. Rekomendasi tersebut diserahkan langsung Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia untuk penguatan kebijakan dan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Dewan Pembina Gekrafs Sandiaga Uno menilai ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. “Ekonomi kreatif ini punya potensi dalam membuka lapangan kerja, inovasi, dan identitas bangsa. Kita perlu memperkuat kolaborasi agar potensi ini benar-benar bisa memberikan dampak bagi perekonomian nasional,” ujar Sandiaga.
Dewan Penasehat Gekrafs Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya konsolidasi organisasi agar Gekrafs dapat menjadi wadah yang kuat bagi para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.
“Gekrafs harus menjadi rumah besar bagi para pejuang ekonomi kreatif. Dengan konsolidasi yang kuat dari pusat hingga daerah, kita bisa memastikan para pelaku kreatif mendapatkan ruang, dukungan, dan akses yang lebih luas untuk berkembang,” kata Dasco.
Delapan program ini dirumuskan untuk memperluas akses pendanaan bagi pelaku ekonomi kreatif, memperkuat ekosistem legal dan perlindungan kekayaan intelektual, meningkatkan literasi digital, memperjuangkan standar honor pekerja kreatif, membuka ruang bagi talenta muda, memperkuat creative hub di berbagai daerah, serta mendorong ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global.
Dalam kesempatan sama, Gekrafs juga menyerahkan hasil Rakernas berupa sejumlah rekomendasi strategis kepada Kementerian Ekonomi Kreatif. Rekomendasi tersebut diserahkan langsung Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia untuk penguatan kebijakan dan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Dewan Pembina Gekrafs Sandiaga Uno menilai ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. “Ekonomi kreatif ini punya potensi dalam membuka lapangan kerja, inovasi, dan identitas bangsa. Kita perlu memperkuat kolaborasi agar potensi ini benar-benar bisa memberikan dampak bagi perekonomian nasional,” ujar Sandiaga.
Dewan Penasehat Gekrafs Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya konsolidasi organisasi agar Gekrafs dapat menjadi wadah yang kuat bagi para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.
“Gekrafs harus menjadi rumah besar bagi para pejuang ekonomi kreatif. Dengan konsolidasi yang kuat dari pusat hingga daerah, kita bisa memastikan para pelaku kreatif mendapatkan ruang, dukungan, dan akses yang lebih luas untuk berkembang,” kata Dasco.
Lihat Juga :